Tanpa Latihan, Kak Seto Langsung Ikut Main Ludruk  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Psikolog anak Seto Mulyadi (kanan) menghibur anak-anak ditempat pengungsian Sekolah Dasar Negeri Jelok, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, 21 Juni 2016. Puluhan anak-anak yang tertimpa musibah bencana alam tanah longsong bernyanyi dan bermain bersama dengan Kak Seto selama 30 menit. TEMPO/Pius Erlangga

    Psikolog anak Seto Mulyadi (kanan) menghibur anak-anak ditempat pengungsian Sekolah Dasar Negeri Jelok, Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, 21 Juni 2016. Puluhan anak-anak yang tertimpa musibah bencana alam tanah longsong bernyanyi dan bermain bersama dengan Kak Seto selama 30 menit. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto tak takut menerima tantangan untuk berkesenian. Pada hari Ahad, 12 Maret 2017, ayah empat anak ini bersedia ikut main ludruk, meski tanpa latihan sama sekali sebelumnya.

    Baca: Cak Kartolo Meriahkan Pentas Ludruk Dalang Gersang

    “Saya diminta untuk datang, diberi tahu ceritanya, lalu langsung main. Tidak pakai latihan,” kata Kak Seto saat ditemui di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kebayoran, Jakarta Selatan, Minggu, 12 Maret 2017. Dalam pentas ini, karakter yang ia mainkan adalah sebagai seorang saksi pernikahan.

    Kak Seto bermain bersama nama besar dunia ludruk, yakni Cak Kartolo, dalam pentas berjudul Dalang Gersang. Pertunjukan ini digagas oleh paguyuban Konco Dhewe.

    Baca: Dianggap Dosa, Ludruk Semakin Merana

    Saat dihubungi untuk ikut main, Kak Seto mengaku langsung menerima tawaran tersebut. “Saya ini memang suka kesenian drama tradisional. Bukan hanya ludruk, tapi juga ketoprak, wayang kulit,” kata dia.

    Ditambah lagi, pria yang gemar menonton ludruk sejak kecil ini memiliki kedekatan khusus dengan kesenian asli Jawa Timur tersebut. “Keluarga saya ini berasal dari Jawa Timur. Saya juga berasal dari Jawa Timur, ya, walaupun lahirnya di Klaten (Jawa Tengah), ha-ha-ha....”

    Selain pemain dari paguyuban Konco Dhewe, nama besar lain yang ikut terlibat dalam pertunjukan ini adalah Cak Sapari dan Ning Tini.

    DINI TEJA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.