Di Hari Musik Nasional, Tompi Minta Jaminan Hari Tua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi dan dokter Tompi ditemui di belakang panggung Konser Gue 2 di area Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, 4 Februari 2017. TEMPo/Dini Teja

    Musisi dan dokter Tompi ditemui di belakang panggung Konser Gue 2 di area Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, 4 Februari 2017. TEMPo/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Teuku Adifitrian atau lebih dikenal dengan nama Tompi meminta pemerintah lebih memperhatikan para pekerja seni khususnya musisi. Tepat di Hari Musik Nasional, Tompi meminta pemerintah agar mulai membuat program jaminan hari tua bagi musisi.

    Menurut Tompi, banyak musisi sukses yang kaya raya saat muda. "Begitu tua tidak dapat hak (royalti)," kata Tompi saat bincang-bincang Musik Bagus di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Maret 2017.

    Baca juga: Tompi Desak Pemerintah Urus Musik Digital

    Tompi menilai hal ini bukanlah hal baru di dunia musik Indonesia. Masalah pemberian royalti pada musisi memang sudah menjadi wacana sejak beberapa tahun lalu, bahkan hal ini juga sudah disinggung oleh pemerintah. Namun, sepertinya belum ada kebijakan yang menguntungkan musisi.

    Tompi sadar, ini bukan hanya tugas pemerintah. "Kita juga harus sama-sama terlibat dalam membuat kebijakan. Bekraf juga kalau dipecut bisa gerak," kata Tompi.  

    Tompi berharap pemerintah dan Badan Ekonomi Kreatif sama-sama dapat mendukung musisi. "Peran Bekraf harus sangat kuat tanpa mematikan kretivitas seniman. Ayo sama-sama berbenah," ujar Tompi. *

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?