Biennale Singapura Dikunjungi 614 Ribu Penonton

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran Singapore Biennale 2016. TEMPO/Dian Yuliastuti

    Pameran Singapore Biennale 2016. TEMPO/Dian Yuliastuti

    TEMPO.CO, Jakarta – Singapore Biennale 2016 mencatat rekor baru dalam jumlah pengunjung yang melihat karya para seniman di Asia ini. Tak kurang dari 614 ribu orang mendatangi perhelatan dua tahunan bertajuk An Atlas of Mirror’s.

    Singapore Biennale 2016 ini merupakan acara edisi kelima yang menghadirkan karya para seniman dari seluruh Asia. Acara ini dihelat selama empat bulan mulai 27 Oktober 2016 hingga 26 Februari 2017. Dalam Singapore Biennale 2013, pengunjung mencapai angka lebih dari 560 ribu orang. Pameran seni rupa dari para seniman ini diselenggarakan di Singapore Art Museum (SAM), SAM at8Q.

    Beberapa karya juga diletakkan di National Museum of Singapore, Peranakan Museum, Asian Civilisation Museum, The Arts House, dan Singapore Management University’s de Suantio Gallery. “Respons antusiasme pengunjung terhadap Singapore Biennale 2016 ini membesarkan hati dan memberi dorongan kepada kami,” ujar Kepala Asisten Kurator Singapore Art Museum, Joyce Toh, dalam siaran pers yang diterima Tempo.

    Besarnya antusiasme penonton, kata dia, menggarisbawahi komitmen museum ini untuk mengkurasi dan memamerkan seni kontemporer wilayah regional, isu-isu kekinian, dan perhatian dalam budaya lokal yang kaya.

    Para kurator senang dengan helatan kali ini karena memberikan kesempatan kepada penonton dari Singapura dan dari mancanegara untuk memahami kepentingan yang berpotongan dengan Asia Tenggara, Asia Timur, serta Asia Selatan melalui seni dan dari sudut pandang Asia Tenggara.

    Pergelaran ini menghadirkan 63 seniman dari 19 negara—di seputar Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Asia Tenggara—dengan beragam karya, dari instalasi, suara, hingga video dengan sembilan subtema, yaitu eksplorasi ruang, waktu, memori, alam, batas, agensi, identitas, pemindahan, dan ketidakhadiran. Helatan ini dikuratori oleh Joyce Toh, Tan Siuli, Loui ho, Andrea Fam, dan John Tung serta empat ko-kurator yang membantu mereka, seperti Suman Gopinath (India), Nur Hanim Khairuddin (Malaysia), Michael Lee (Singapura), dan Xiang Liping (Cina).

    Seniman Indonesia yang berpartisipasi dalam helatan ini adalah Ade Darmawan, Eddi Susanto, Made Djirna, Made Wianta, Melati Suryodarmo, Titarubi, dan Agan Harahap. *

    DIAN YULIASTUTI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?