Teater Koma Pentaskan Opera Ikan Asin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cornelia Agatha saat tampil di Pertunjukkan teater dengan judul Demonstran oleh Teater Koma di Graha Bakti Budaya ,Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (28/2). Demonstran karya N.Riantiarno ini akan dipertunjukkan 1-15 Maret 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Cornelia Agatha saat tampil di Pertunjukkan teater dengan judul Demonstran oleh Teater Koma di Graha Bakti Budaya ,Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (28/2). Demonstran karya N.Riantiarno ini akan dipertunjukkan 1-15 Maret 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Teater Koma akan mementaskan lakon Opera Ikan Asin bertepatan dengan ulang tahun ke-40. Berbeda dari biasanya, produksi ke-147 Teater Koma itu digelar di Ciputra Artpreneur, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, pada 2-5 Maret 2017. "Kendalanya, tiketnya jadi mahal, mendadak meninggalkan audience saya sekian lama dengan menaikkan harga dua kali lipat," kata Ratna Riantiarno, pimpinan produksi Teater Koma, dalam preview media Opera Ikan Asin di Jakarta, Rabu, 1 Maret 2017. "Namun mereka harus tahu bahwa ada tempat yang lebih baik," kata Ratna.

    Baca juga: Teater Koma Gandeng Cornelia Agatha

    Bertempat di lantai 13 sebuah pusat perbelanjaan juga menjadi tantangan tersendiri pada produksi Teater Koma kali ini. "Loading barang menyita waktu," kata Ratna. Dari segi lakon, Opera Ikan Asin juga menampilkan wajah-wajah baru. "Hanya dua pemain lama, selain itu, pemain baru," kata sutradara Rano Riantiarno.

    Teater Koma pertama kali mementaskan lakon tersebut pada 30 Juli hingga 8 Agustus 1983 di Teater Tertutup Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dipentaskan lagi pada 20-21 Agustus 1983 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pada 1999, Teater Koma menampilkan lakon tersebut di Graha Bhakti Budaya, Jakarta, pada 10-24 April 1999. "Pada 83 dan 99, saya yang main jadi Mekhit," ujar Nano. Kini, lakon utama pria itu diperankan anaknya, Rangga Riantiarno. "Rangga bagus, Cornelia Agatha bagus, pemainnya sekarang bagus-bagus. Sekarang nyanyinya bagus, musiknya juga," kata Nano.

    Opera Ikan Asin bercerita tentang si Raja Bandit Batavia, Mekhit alias Mat Piso, yang menikahi Poli Picum tanpa seizin ayahnya, Natasasmita Picum, juragan pengemis se-Batavia. Picum mengancam Kartamarma, Asisten Kepala Polisi Batavia yang juga sahabat Mekhit, bahwa para pengemisnya akan mengacaukan upacara penobatan gubernur jenderal yang baru. Mekhit terpaksa ditangkap. Dia akan digantung tepat saat upacara penobatan. Namun, saat tali menjerat lehernya, datang surat keputusan dari gubernur jenderal.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.