Top Gun ala Prancis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bila Anda penggemar film-film pesawat tempur seperti Top Gun, yang pernah melambungkan nama Tom Cruise dalam jagat industri perfilman Hollywood, film bertajuk Sky Fighters produksi Prancis pada 2005 ini layak Anda tonton.Meski ada klaim film ini didasarkan pada serial komik Tanguy et Laverdure garapan Jean-Michael Charlier dan Albert Uderzo yang dibuat 20 tahun sebelum Top Gun, aroma Top Gun tetap terasa. Misalnya pada kisah drama yang klise dan sederhana, film bertema persahabatan, serta gambar-gambar dengan aroma ala klip video musik rock dan aksi-aksi dalam gerak cepat.Film ini dibuka dengan adegan hilangnya sebuah pesawat jet tempur buatan Prancis, Mirage 2000, dalam ajang dirgantara bergengsi Inggris. Dua pilot pesawat tempur Angkatan Udara Prancis, Kapten Antoine "Walk'n" Machelli (Magimel) dan Kapten Sebastien "Fahrenheit" Vallois (Cormillac), yang berada di dalam area tersebut, dikirim untuk melacak keberadaan pesawat seharga empat juta euro tersebut.Mereka menemukan pesawat tersebut. Namun, saat sang pilot Mirage mengarahkan senjatanya pada pesawat Fahrenheit, Machelli tak segan menembakkan senjatanya dan menghancurkan pesawat itu hingga berkeping-keping.Di mata publik Prancis, tindakan Machelli merupakan aksi kepahlawanan. Tapi di balik itu, pemerintah Prancis gusar dengan tindakan Machelli. Pasalnya, pada saat kejadian, pihak pengontrol udara telah memerintah Machelli meninggalkan Mirage. Hanya, perintah itu terpaksa diabaikan Machelli karena pilot Mirage mengancam nyawa sahabatnya.Seperti Top Gun, aset utama film Sky Fighters terutama terletak pada sinematografi di angkasa. Dalam film ini, penonton disuguhi dari dekat manuver-manuver cantik sekaligus berbahaya dari pesawat tempur, baik dalam kecepatan tinggi maupun ketinggian yang sangat riskan. Mungkin yang paling mengesankan dari film ini adalah gambar-gambar luar biasa yang berhasil diabadikan berkat kecanggihan teknologi yang jarang terlihat pada film-film komersial biasa.Selain itu, sama seperti yang dialami film Top Gun di Amerika, pihak militer udara Prancis memberi dukungan penuh pada pembuatan film dengan bujet US$ 23 juta ini. Pihak pembuat film memiliki akses tak terhingga untuk menggunakan pesawat-pesawat dirgantara militer Prancis yang sangat mahal. Mereka juga mendapat pinjaman pilot-pilot pesawat tempur terbaik untuk memperoleh adegan-adegan di udara. Apalagi tak ada satu pun adegan udara dalam film ini yang membutuhkan bantuan efek komputer CGI, yang biasa digunakan pada film sejenis.Sayangnya, kecanggihan adegan laga pada film ini tidak diimbangi dengan kisah yang berbobot. Kehidupan militer digambarkan begitu mewah, sedangkan kisah asmaranya pun tak menawarkan hal baru. Jika Anda menginginkan sebuah film aksi laga yang tak membutuhkan banyak pemikiran, rasanya film yang akan diputar di bioskop Cineplex 21 ini tepat untuk dinikmati.SITA PLANASARI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.