PBNU Garap Film Tentang Sejarah Islam Nusantara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah santri melakukan salat tarawih berjamaah, yang merupakan bagian dari ibadah di Bulan Suci Ramadan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, 11 Juni 2016. Pesantren Lirboyo didirikan oleh KH Abdul Karim pada tahun 1910. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    Sejumlah santri melakukan salat tarawih berjamaah, yang merupakan bagian dari ibadah di Bulan Suci Ramadan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, 11 Juni 2016. Pesantren Lirboyo didirikan oleh KH Abdul Karim pada tahun 1910. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

    TEMPO.CO, Purwakarta -  Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Ma'ruf Amien mengatakan NU sedang mempersiapkan pembuatan film yang berceritera tentang tumbuh-kembangnya agama Islam  di Nusantara.

    "Sudah kami persiapkan dengan matang. Sutradaranya berasal dari Australia," kata Ma'ruf kepada awak media usai peluncuran program Pendidikan Kitab Kuning di sekolah umum di Purwakarta, Kamis, 23 Pebruari 2017.

    Sutradara, ujar Kiai Ma'ruf, sudah menyelesaikan penelitian lapangan ke sejumlah pesantren di tanah air. "Babakan, contohnya, dalam bentuk film dokumenter sebuah pesantren di Jawa Timur. Sudah selesai digarap dan sudah diputar di kantor PBNU," kata Ma'ruf. 

    Baca: Kiai Dihina, Ansor Jawa Tengah Patroli Media Sosial

    Film layar lebar Islam Nusantara, kata Ma'ruf, menceritakan bagaimana pesantren menjadi basis pembelajaran umat Islam yang sangat strategis sebelum dan pascakemerdekaan. 

    Pesantren dengan kultur tradisonalnya dan kajian khas kitab kuningnya yang kaya dengan proses empirik, telah menghasilkan para ustad, kiai dan ulama besar di tanah air yang cerdas, tangguh dan rendah hati. "Mereka juga memiliki komitmen yang tegas dan kuat tentang bagaimana merawat dan menjaga niliai-nilai kebangsaan yang penuh kedamaian dan toleran," tutur Ma'ruf.

    Simak: Trump Jadi Presiden Amerika, Ini Harapan Ketua Umum PBNU 

    Ulama sepuh kelahiran Banten dan masih keturunan Prabu Siliwangi dari klan Prabu Geusan Ulun Sumedang itu menuturkan, film Islam Nusantara akan mengungkapkan bagaimana kehebatan kitab kuning sebagai rujukan tentang masalah kenegaraan, sosial politik, kebudayaan, kesehatan, astronomi, kedokteran, bahkan masa-masa kebangkitan Prancis. "Film tersebut, nantinya akan kami putar di seluruh dunia."

    Tujuannya, kata Ma'ruf, supaya masyarakat dunia mengetahui bahwa Indonesia kini sedang bergerak maju dengan kekuatan kutub pesantren dan kajian kitab kuning sebagai dasarnya.*

    NANANG SUTISNA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.