Cornelia Agatha Perankan Pelacur Yeyen, Ini Kesulitannya..  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cornelia Agatha saat tampil di Pertunjukkan teater dengan judul Demonstran oleh Teater Koma di Graha Bakti Budaya ,Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (28/2). Demonstran karya N.Riantiarno ini akan dipertunjukkan 1-15 Maret 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Cornelia Agatha saat tampil di Pertunjukkan teater dengan judul Demonstran oleh Teater Koma di Graha Bakti Budaya ,Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (28/2). Demonstran karya N.Riantiarno ini akan dipertunjukkan 1-15 Maret 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Cornelia Agatha kembali terlibat dalam pementasan Teater Koma. Kali ini pemeran Sarah dalam sinetron "Si Doel Anak Sekolahan" itu melakonkan Yeyen dalam "Opera Ikan Asin". "Saya memerankan seorang pelacur dan pencuci gelas. Yang menarik di sini bukan sisi sensualitas, tapi kepahitan hidupnya yang harus saya perankan. Karakternya cukup berat," ujar Cornelia dalam temu media di Jakarta, Kamis, 24 Februari 2017.

    "Tokoh Yeyen bukan pecicilan. Sejak awal dia muncul memang terlihat ada problem dalam dirinya. Sedikit cool, tapi juga cukup ekspresif, emosional juga tapi terukur," kata Cornelia.

    Untuk dapat memerankan sosok Yeyen dengan baik, Cornelia bahkan menonton pementasan para aktris yang memerankan Yeyen dalam berbagai versi "Opera Ikan Asin". "Saya tonton semua, yang orang Jerman, orang Amerika, saya lihat bagaimana mereka membawakannya, tapi tentunya ada unsur Indonesia. Saya bawakan dengan gaya saya tapi benang merahnya sama," kata Cornelia.

    "Opera Ikan Asin" disadur dari lakon "The Beggar's Opera" karya John Gay dan musik J.C. Pepusch yang dipentaskan tahun 1728 di London. Lakon tersebut juga dipentaskan pertama kali di Jerman dengan judul "Die Dreigroschenoper" atau "The Threepenny Opera" karya Bertolt Brecht di Theater am Schiffbauerdam, Berlin pada 31 Agustus 1928.

    Tidak hanya pendalaman karakter Yeyen, tuntutan untuk dapat berakting sambil bernyanyi juga menjadi tantangan terbesar bagi Cornelia dalam lakon yang pernah yang pernah dipentaskan Teater Koma pada 1983 dan 1999 itu. "Bukan sekadar bernyanyi, tapi juga bercerita, ekspresi harus muncul. Menyanyinya harus dengan hati, tidak sekadar bernyanyi," ujar Cornelia.

    "Lagunya sukar, nadanya tidak bisa ditebak tapi enak, bisa dinikmati, tapi susah dinyanyikan. Apalagi harus bernyanyi sesuai dengan karakter yang dibawakan," kata Cornelia. 

    Lebih lanjut, untuk dapat menguasai 3 sampai 4 lagu yang akan dia nyanyikan, Cornelia mengaku berlatih dua bulan lebih. "Lagu 'Aku lah Yeyen' yang saya nyanyikan sendirian itu yang paling susah. Di rumah, bangun tidur, mandi, makan, di mobil saya nyanyi terus, orang di sekitar saya sampai hapal," kata Cornelia.  "Setiap latihan mau masuk adegan apa saja rileks, tapi begitu lagu itu tangan keringat dingin, stres," kata Cornelia. "

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.