Adrian Grenier Kampanye Memerangi Sampah Plastik Di Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Hollywood, Adrian Grenier memberikan pidatonya saat peluncuran kampanye Clean Seas disela-sela World Ocean Summit 2017 di Nusa Dua, Bali, 23 Februari 2017. Johannes P. Christo

    Aktor Hollywood, Adrian Grenier memberikan pidatonya saat peluncuran kampanye Clean Seas disela-sela World Ocean Summit 2017 di Nusa Dua, Bali, 23 Februari 2017. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Aktor Hollywood Adrian Grenier ikut kampanye memerangi sampah plastik dan mendorong masyarakat menjaga kelestarian laut dalam di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Kampanye itu adalah bagian dari rangkaian acara World Ocean Summit. "Kami memiliki mandat untuk bekerja kolaboratif dengan yang lain berhubungan dengan masalah kelautan," kata dia Bali, Kamis.

    Dalam kesempatan itu, bintang seri HBO "Entourage" tahun 2015 itu mengajak masyarakat mengubah gaya hidup, cara berpikir termasuk mental dalam mengurangi penggunaan plastik. Aktor berusia 40 tahun itu merasa prihatin banyak aktivitas manusia di belahan dunia mana pun yang menghasilkan sampah plastik di lautan. Kata dia, hal itu akan mempengaruhi ekosistem laut di dalamnya, karena sulit diurai.

    Pria kelahiran Santa Fe, New Mexico, Amerika Serikat itu ikut terlibat mendirikan yayasan "Lonely Whale Foundation" tahun 2015. Di yayasan itu, ia aktif terlibat dan mengedukasi masyarakat agar lebih dekat dengan kehidupan laut dan konservasi kelautan.

    Dalam kampanye memerangi sampah plastik yang digelar PBB bidang lingkungan (UNEP), sejumlah artis juga turut hadir, diantaranya Hamish Daud mantan pembawa acara "My Trip My Adventure" serta model Nadya Hutagalung.

    Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Presiden Sidang Umum PBB ke-71 Peter Thomson dan aktivis lingkungan juga turut hadir dalam kampanye tersebut.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.