Roh Tradisi Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Topeng-topeng dan barongan yang disematkan di dinding, di balik ruang pentas, tertawa. Tawa nakal yang cenderung mengejek. Mereka menertawai seorang pria yang duduk di lantai. Dia sedang menunggu giliran untuk menari Hanoman.Tak peduli dengan ejekan para topeng, pria itu menundukkan muka. Dia mengantuk, matanya dipejamkan. Satu jari telunjuk yang dipakai untuk menyangga topeng yang dikenakannya disandarkan di jidat. Penari Hanoman itu sengaja mendongakkan sedikit topeng kera putihnya agar udara segar bisa bebas dihirupnya.Hanoman Return (Kembalinya Hanoman), judul lukisan minyak karya perupa tradisional Bali, I Wayan Bawa Antara, itu. Lulusan Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia, Denpasar, Bali, ini sedang menggelar pameran lukisan tunggal bertajuk "The Life of Dewata" di Galeri Hadiprana, Kemang, Jakarta, 13 September-7 Oktober 2006.Dalam pameran ini, pelukis kelahiran Banjar Tebesaya, Ubud, pada 1974 itu sengaja menggabungkan dua gaya dalam satu kanvas: obyek lukisan realis dengan background cenderung dekoratif dan abstrak. Sedikit imajinasi dibubuhkan untuk background. Ini untuk menghilangkan kejemuan dan menambah energi pada karya itu.Kurator pameran, Agus Dermawan, menilai, berangkat dari keterampilan melukis figur, Bawa Antara mengangkat berbagai peristiwa di lingkungannya. Peristiwa itu digambarkan dalam gaya realis ilustratif dengan penyelesaian yang enak dilihat serta serba beres.Lukisan-lukisan figur diterapkan dalam bidang lukisan selaras dengan kebutuhan visual. Ada yang diposisikan dalam setting sehingga secara kasatmata tampak figur yang berada di sebuah ruang konkret. Ada yang dikomposisikan dengan pulasan abstrak sehingga figur berbicara di ruang imajinatif.Selain itu, ada aspek visual. Dalam banyak lukisannya, Bawa Antara selalu menerapkan unsur-unsur ornamental. Misalnya pada busana dan perangkat pertunjukan (mahkota dan topeng) ataupun pada hiasan lamak, bentuk canang, dan banten.Seni lukis tradisional Bali memang terkenal dengan tradisi nyangging: melukis dengan mengandalkan craftmanship atau keterampilan tinggi. Juga tradisi ngerumit, yakni melukis detail dengan kehalusan dan kesempurnaan.Tradisi ini masih kental dalam karya-karya Bawa Antara. Dengan begitu, lukisan I Wayan Bawa Antara terselamatkan dari kategori sekadar eksploitasi keeksotisan Bali. Sebab, dia juga mengungkap roh tradisional Bali yang menjadi akar seni lukis dan spiritualitas.RETNO SULISTYOWATI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.