Santana Minta Maaf Sebut Beyonce Bukan Penyanyi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Beyonce tampil menghibur penonton di atas panggung Grammy Award ke-59 di Los Angeles, California, AS, 12 Februari 2017. REUTERS

    Musisi Beyonce tampil menghibur penonton di atas panggung Grammy Award ke-59 di Los Angeles, California, AS, 12 Februari 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gitaris berdarah Meksiko, Carlos Santana mengatakan bahwa Beyonce bukanlah seorang penyanyi saat diwawancara tentag mengapa Adele memenangkan penghargaan Album of the Year pada Grammy beberapa waktu silam. "Aku hanya bermaksud untuk memberi selamat kepada Adele malam itu," kata Santana melalui akun Facebook-nya pada Selasa, 14 Februari 2017, setelah videonya diunggah.

    "Aku menyesal komentarku mengenai Beyonce diambil di luar konteks. Aku sangat menghargainya sebagai musisi dan secara personal," kata Santana. Gitaris yang pernah berkolaborasi dengan musisi Michele Branch ini juga mengatakan, "Aku harap yang terbaik untuk Beyonce dan keluarga."

    Dalam wawancara dengan Australian Associiated Press (AAP), Santana mengatakan Adele pantas menerima penghargaan tersebut. "Aku rasa Adele menang, karena dia betul-betul bisa bernyanyi," kata Santana. "Dengan penuh hormat kepada Beyonce, dia sangat cantik dilihat dan ini seperti modelnya dunia musik - dari dunia musik lalu ke dunia model - dia bukan penyanyi, aku menghormatinya," kata Santana.

    Peraih 10 Grammy Awards ini juga mengatakan penampilan Beyonce  sangat teatrikal, sehingga mungkin saja membuat para penilai lebih memilih Album Adele, 25 daripada Lemonade.  "(Adele) tidak memiliki penari, dia hanya berdiri di atas panggung, bernyanyi. Hanya itu. Inilah mengapa dia bisa menang," kata Santana melanjutkkan.

    Neil Portnow dari The Recording Academy memberikan keterangannya mengapa mereka lebih memilih album 25 daripada Lemonade terkait pidato Adele malam itu yang menyebutkan Lemonade seharusnya menang. "Saya rasa tidak ada masalah rasial di sini. Perlu diingat, ini pemilihan secara voting, bukan kesepakatan korporat. Kami memiliki 14 ribu member di Academy," katanya menjelaskan. "Sangat sulit menciptakan obyektifitas yang dianggap subjektif. Begitulah dunia seni dan musik. Kami melakukan apa yang kami bisa sebaik mungkin," katanya lagi.

    DINI TEJA | Rollingstone.com


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.