Drumer yang Tak Tergantikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:The Old Mill House, rumah Jimmy Page, menjadi saksi kematian drumer legendaris, John Henry "Bonzo" Bonham. Di rumah itulah grup besar Led Zeppelin, yang tengah mempersiapkan tur di Amerika Serikat, berlatih dan beristirahat. Di sela-sela kesibukan itu, sejak pagi, sang drumer, Bonzo, menenggak 40 gelas vodka. Hari itu adalah tanggal 24 September 1980, satu hari menjelang kematian Bonzo.Tak ada yang menduga jika Bonzo bakal meninggal karena vodka. Selama ini dia memang dikenal sebagai pria yang kuat minum minuman keras. Menjelang tengah malam, dia hanya merasa mengantuk sehabis minum. Ia pun terlelap di rumah Page.Tak dinyana, paginya, 25 September 1980, rekan segrupnya menemukan Bonzo meninggal karena tersedak muntahannya sendiri. "Kemarin saya masih melihat ia membungkus boneka untuk anaknya," kata Robert Plant, sang vokalis. Kesan sangar pada Bonzo langsung hilang begitu Plant melihatnya tengah mengepak boneka.Bonzo yang mengoleksi mobil dan motor sport ini mangkat pada usia yang sangat muda, 32 tahun. Kepergiannya meninggalkan fondasi bermain drum bagi generasi pemain drum rock hingga kini.Bonzo lahir di Reddtich, Worcestershire, Inggris. Kota kecil itu begitu indah, tapi agak terpencil. Bonzo mulai belajar drum secara otodidak pada usia 5 tahun. Awalnya ia sering memainkan beat drum melalui kaleng-kaleng bekas rancangannya sendiri. Ketika itu, Bonzo mencoba menerjemahkan permainan drumer idolanya, yakni dua drumer jazz Amerika, Gene Krupa dan Buddy Rich.Masa remaja Bonzo dihabiskan untuk bekerja membantu sang ayah, Jack Bonham, di industri konstruksi. Selain itu, Bonzo tetap memainkan drumnya dengan beberapa grup lokal yang berbeda. Pada 1964, ia bergabung dengan grup pertamanya, Terry Webb and the Spider. Di sinilah ia bertemu dengan seorang penari, Pat Phillips, yang kelak menjadi istrinya.Ia juga bermain untuk The Blue Star Trio and The Senators. Grup ini sukses merilis satu single berjudul She's a Mod. Dua tahun kemudian ia bergabung dengan grup A Way of Life, yang tak lama kemudian nonaktif. Lantas ia bergabung dengan Crawling King Snakes yang divokali oleh Robert Plant. Pertemuan inilah menjadi cikal-bakal lahirnya satu supergrup rock, Led Zeppelin.Pada periode itu, Bonzo mendapat julukan "The Loudest Drummer" di Inggris. Acap kali setelah manggung ia merusak perangkat beduknya itu. Tak jarang ia diusir beberapa pemilik studio tempat latihan karena memainkan drum terlalu liar dan keras. Namun, dia seperti tak peduli. Bonzo bahkan sesumbar, di masa depan tak akan ada drumer sebising dia.Ketika Jimmy Page mulai membentuk sebuah band, ia rajin mencari sosok pemukul drum. Page bertemu dengan Robert Plant agar bergabung bersamanya. Segera Plant merekomendasikan Bonzo sebagai drumernya. Pada Juli 1968, Page bersama manajernya menyaksikan permainan Bonzo dan langsung menunjuknya membantu proyek baru mereka. Tak lama setelah itu, berdirilah The New Yardbirds, yang kemudian berubah menjadi Led Zeppelin. Bonzo memberi warna yang kuat pada grup ini. Permainannya menjadi motor yang dahsyat dalam setiap lagu Zeppelin. Ia selalu melakukan eksplorasi terhadap perangkat pukulnya. Satu tahun berlalu, ia melakukan ekspansi dengan menambah perangkatnya dengan conga, orkestra timpani, dan gong besar. Pada 1977, dia mendapat penghargaan luar biasa karena penampilannya dengan menggunakan elektronik timpani drum synthesizer pada tembang Kashmir. Langkah ini banyak diikuti penyanyi rap modern dalam membuat komposisi lagu. Ia pun menyelesaikan beberapa proyek solo drum, seperti Pats Deligh, Bonzo's Montreux, Moby Dick, dan Over the Top.Sayang, usia Bonzo tak panjang. Kendati begitu, fondasi yang dia bangun menjadi panutan penggebuk drum rock sedunia. Untuk memperingatinya, bulan lalu Ralph Hullet, seorang penulis dan fotografer yang pernah bekerja di majalah Vintage Guitar, Relix, Goldmine serta program televisi VH1 dan ABC News, meluncurkan buku bertajuk Whole Lotta Led, Our Flight with Led Zeppelin. Buku itu ditulis khusus bagi Led Zeppelin dan kematian drumer John Henry "Bonzo" Bonham pada 25 September ini.Andi Dewanto

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.