Jessica Iskandar Membawa Anaknya ke Bilik Suara, Mengapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessica Iskandar (Jedar) menunjukkan jari kelingkingnya usai memberikan hak suaranya di TPS 22, Setiabudi, Jakarta Selatan, 15 Februari 2017. Saat memberikan hak suaranya, Jedar membawa anaknya, El Barack Alexander. instagram.com

    Jessica Iskandar (Jedar) menunjukkan jari kelingkingnya usai memberikan hak suaranya di TPS 22, Setiabudi, Jakarta Selatan, 15 Februari 2017. Saat memberikan hak suaranya, Jedar membawa anaknya, El Barack Alexander. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ini memang bukan kali pertama selebritas Jessica Iskandar ikut nyoblos untuk kepentingan pemilihan kepala daerah..Tapi ini pertama kalinya Jessica datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) bersama buah hatinya, El Barack Alexander. 

    Jessica sendiri mengaku sangat senang bisa membawa El dalam pesta demokrasi ini. "Ini sama El, El sendiri yang mau ikut. Terus tadi dia minta difotoin, ya sudah aku fotoin," kata Jessica saat ditemui di TPS 22, jalan Bukit Unggul, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Februari 2017. 

    Perempuan yang biasa disapa Jedar itu mengatakan, memang sengaja mengajarkan semua hal positif termasuk dalam memilih seorang pemimpin. "Iya El aku ajarin apapun yang aku bisa, aku ajarin yang positif. Aku kasih tahu, kayak aku kenalin presiden, gubernur dan semuanya. Ya kadang dia inget kadang nggak, seneng kalau dia tahu banyak," kata Jessica lagi.

    Pemungutan suara kali ini, memang dilakukan di depan rumah Jessica. Ia pun semakin bersemangat saat mengetahui TPS-nya berada di depan rumah. "Aku senang banget, sebagai WNI yang baik aku cinta kota Jakarta. Aku berpartisipasi dukung calon gubernur dan wakil yang aku inginkan. TPS kebetulan depan rumah, "  kata Jessica. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.