Melantunkan Lagu Ini, Andien Terkenang Perjalanan Kariernya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andien berpose usai menerima piala penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2015 di Jakarta, 22 September 2015. Andien meraih dua piala penghargaan untuk kategori artis solo wanita pop terbaik dan karya produksi original soundtrack film terbaik.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Andien berpose usai menerima piala penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2015 di Jakarta, 22 September 2015. Andien meraih dua piala penghargaan untuk kategori artis solo wanita pop terbaik dan karya produksi original soundtrack film terbaik. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika banyak orang berlomba mengungkapkan rasa sayang kepada orang lain lewat media sosial, penyanyi jazz Andien Aisyah malah lebih senang bernostalgia dengan lagu My Funny Valentine.

    Melalui akun Instagram pribadinya, pelantun Gemintang ini menuliskan lirik lagu jazz tersebut. "Don't change hair for me, not if you care of me. Stay a little valentine, stay. Each day us Valentine's Day," begitu yang dituliskan Andien pada 14 Februari 2017.

    Lagu yang pertama kali dinyanyikan musisi jazz Frank Sinatra ini memang memiliki makna istimewa bagi Andien terutama di Hari Valentine ini. "Peluncuran perdana album saya (Bisikan Hati) dengan single My Funny Valentine yang diproduseri oleh Alm. Elfa Secioria," kata dia.

    "Saat itu saya masih berusia 14 tahun," katanya. Ia melanjutkan, di usia yang belia itu dia tak ada niatan untuk mengejar materi maupun popularitas.

    "Hanya karena merasa jiwa saya memanggil 'di sinilah saya akan hidup, berjalan dan berkembang'," tulis penyanyi 31 tahun ini menambahkan.

    Setelah 17 tahun berlalu nyatanya ia tak pernah lupa dengan lagu yang telah menjadi debut karier musiknya hingga ia bisa sebesar seperti saat ini. "Semesta berjalan lebih indah dari apa yang pernah saya cita-citakan," ucapnya.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.