Main Film Konglomerat, BCL Pasang Tarif Tinggi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga Citra Lestari usai Konferensi pers film Mooncake Story di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, 13 Februari 2017. TEMPO/Dini Teja

    Bunga Citra Lestari usai Konferensi pers film Mooncake Story di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, 13 Februari 2017. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Dato Sri Tahir, salah satu konglomerat Indonesia, memproduksi sebuah film berjudul Mooncake Story. Dalam produksi film perdananya tersebut, ia menggandeng pemain papan atas, salah satunya Bunga Citra Lestari alias BCL.

    Saat konferensi pers film tersebut, Tahir menyiratkan pelantun lagu Jangan Gila tersebut sengaja mematok tarif tinggi. "Wah, waktu Bunga tahu yang ajak main film itu Tahir, dia langsung 'tancap gas'," ujar Bos Mayapada Group saat konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Senin, 13 Februari 2017.

    Mendengar perkataan Tahir, Bunga yang berada di sampingnya tertawa sambil mencolek-colek sang sutradara film, Garin Nugroho.

    Baca juga: Anang Hermansyah akan Vasektomi, Aurel Kecewa

    Bunga secara terbuka menegaskan bahwa film ini memang berbeda dengan film-film yang ia bintangi sebelumnya. "Film ini punya sebuah misi sosial, misi kemanusiaan, baik bagi personal maupun untuk negara," tutur Bunga.

    Selain dari segi misi, ia juga merasa karakter yang ia perankan dalam film yang diproduksi sejak tahun lalu ini juga berbeda dari biasanya. "Main di sini sangat puas. Begitu main, eh, aku beda sama aku yang biasanya," katanya.

    Dalam film ini, Bunga berperan sebagai Asih, seorang janda yang menjadi tulang punggung keluarga demi menghidupi anak dan adiknya.

    Selain dibintangi BCL, Mooncake Story juga dibintangi Dominique Diyose dan Morgan Oey. Film ini akan mulai diputar pada 23 Maret mendatang.

    DINI TEJA

    Baca juga: Mike Lewis dan Marissa Nasution Pamer Foto Mesra


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.