Atiqah Hamil, Rio Dewanto yang Ngidam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sastrawan Fira Basuki bersama pasangan selebritis Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto di pameran lukisan tunggal perdana karya Fira Basuki di Jakarta, 18 Maret 2015. Dalam pameran ini juga diluncurkan buku terbaru Fira Basuki, Catching Star. TEMPO/Nurdiansah

    Sastrawan Fira Basuki bersama pasangan selebritis Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto di pameran lukisan tunggal perdana karya Fira Basuki di Jakarta, 18 Maret 2015. Dalam pameran ini juga diluncurkan buku terbaru Fira Basuki, Catching Star. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Rio Dewanto tengah berbahagia, karena sang istri, Atiqah Hasiholan tengah mengandung anak pertama mereka. Kendati istri yang hamil, justru Rio mengaku dia yang ngidam.

    "Kayaknya saya yang lebih ngidam," ujar dia di Jakarta, Rabu, (8 Februari 2017).

    Ketika ditanya ngidam makanan apa, Rio mengaku "ngidam" cokelat. Padahal, dirinya bukan tergolong penggemar cokelat.

    "Banyak. Pengen ini pengen makan cokelat, biasanya enggak begitu suka cokelat, ini kepingin cokelat. Sering beli cokelat," tutur Rio.

    Rio mengaku deg-degan sekaligus "excited", karena ini merupakan fase hidup yang belum pernah jalani. Mengenai jenis kelamin sang jabang bayi, Rio mengaku akan bersabar hingga empat bulan ke depan.

    "Ini fase dalam hidup yang belum saya lewatin. Akhirnya dipercayakan sama Tuhan, Insha Allah akan menjadi seorang ayah," kata dia.

    "Baru kemarin cek ke dokter, dokter tanya "mau enggak tahu jenis kelaminnya?", tadinya saya ingin tahu. Tetapi lihat teman kayak kalau tahu pas lahiran itu jauh lebih surprise. Kita juga enggak akan tahu anak kita cewek atau cowok, mungkin nanti ketika sembilan bulan," imbuh Rio.

    Dia berharap bisa menjadi suami siaga layaknya para pria lainnya. "Ya mudah-mudahan doain saja," pungkas salah satu pendiri kedai "Filosofi Kopi" itu.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.