Jadi Korban Hoax, Bimbim: Gue Pernah Mati, Terus Hidup Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drumer Slank, Bimbim saat membawakan lagu berjudul Doa dalam peluncuran album religi perdana Slank di Lenteng Agung, Jakarta, 29 Juni 2016. Album religi ini dibuat oleh Slank sebagai spirit generasi muda dalam mengingat sang pencipta. TEMPO/Nurdiansah

    Drumer Slank, Bimbim saat membawakan lagu berjudul Doa dalam peluncuran album religi perdana Slank di Lenteng Agung, Jakarta, 29 Juni 2016. Album religi ini dibuat oleh Slank sebagai spirit generasi muda dalam mengingat sang pencipta. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Penyebaran hoax semakin marak akhir-akhir ini. Biasanya, orang-orang yang menjadi subyek hoax adalah para pesohor. Salah satunya selebritas. Ditemui di markas Slank, Gang Potlot, Duren Tiga, penabuh drum Slank, Bimbim, mengaku pernah menjadi korban hoax. "Pernah mati gue, terus hidup lagi," kata Bimbim di Jakarta Selatan, Jumat, 3 Februari 2017.

    Bimbim menuturkan, Slank juga pernah menjadi korban hoax. Menurut dia, hal ini tak hanya terjadi sekali. "Tiap bulan pasti ada berita Slank manggung di sini, jam segini," katanya.

    Meski pernah beberapa kali menjadi korban hoax, pria berusia 50 tahun ini mengaku biasa saja. "Enggak pernah adain konferensi pers. Toh orang juga akan belajar kalau itu kabar tidak benar," kata Bimbim.

    Musikus kelahiran Jakarta, 25 Desember 1966, ini menyayangkan masih banyak masyarakat yang percaya dengan kabar-kabar yang tidak jelas sumbernya tersebut. Bimbim mengingatkan agar masyarakat semakin teliti menerima informasi, terutama dari media. "Yang penting double check. Kita tahulah mana media yang benar atau mana yang media yang sukanya marah-marah," ucapnya.

    DINI TEJA 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.