Demi Peran Film, Reza Rahadian Belajar Bahasa Hungaria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemeran film Surga Yang Tak Dirindukan 2 berfoto bersama saat konfrensi pers di Gedung MD, Jakarta, 7 Desember 2016. MD Pictures menghadirkan kembali film drama fenomenal Surga Yang Tak Dirindukan 2 yang disutradarai Hanung Bramantyo Laudya Cynthia Bella, Fedi Nuril, Raline Shah, Reza Rahadian, Tanta Ginting, Muhadkly Acho yang akan tayang di Bioskop seleuruh Indonesia 9 Februari 2017 mendatang. TEMPO/Nurdiansah

    Sejumlah pemeran film Surga Yang Tak Dirindukan 2 berfoto bersama saat konfrensi pers di Gedung MD, Jakarta, 7 Desember 2016. MD Pictures menghadirkan kembali film drama fenomenal Surga Yang Tak Dirindukan 2 yang disutradarai Hanung Bramantyo Laudya Cynthia Bella, Fedi Nuril, Raline Shah, Reza Rahadian, Tanta Ginting, Muhadkly Acho yang akan tayang di Bioskop seleuruh Indonesia 9 Februari 2017 mendatang. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikut membintangi Surga Yang Tak Dirindukan 2, yang salah satu pengambilan gambarnya dilakukan di Budapest, membuat Reza Rahadian harus mempelajari bahasa Hungaria. "Yang menarik, lebih kepada proses reading, di mana dituntut ada beberapa line berbahasa Hungaria," kata Reza dalam temu media peluncuran Surga Yang Tak Dirindukan 2 di Jakarta, Rabu, 1 Februari 2017. "Untuk beberapa waktu, saya diberi guru bahasa Hungaria," kata Reza.

    Reza yang menjadi orang keempat dari tiga karakter utama dalam Surga Yang Tak Dirindukan, yakni Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, dan Raline Shah mengaku tidak kesulitan menjalin chemistry. Pasalnya, Reza pernah terlibat dalam satu proyek film dengan Bella dan Raline. "Ini pertama kali (beradu akting) dengan Fedi Nuril. Untungnya, saya bertemu dengan teman main yang asyik dari reading sampai syuting," ujar Reza. "Enggak ada jarak, sering kali kalau waktu istirahat kami ngobrol."

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.