Main Film Adaptasi, Hamish Daud: Enggak Gampang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maudy Ayunda dan Hamish Daud usai konferensi pers film The Nekad Traveler di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. TEMPO/Dini Teja

    Maudy Ayunda dan Hamish Daud usai konferensi pers film The Nekad Traveler di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, 31 Januari 2017. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Hamish Daud kembali berakting dalam film terbarunya, TrinityThe Nekad Traveler. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Hamish  harus bermain film berdasarkan cerita adaptasi catatan pengalaman seorang penulis wisata, Trinity, yang berjudul The Naked Traveler.

    "Bermain di film adaptasi enggak gampang," kata Hamish saat ditemui usai Konferensi Pers TrinityThe Nekad Traveler di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Januari 2017.

    Menurut Hamish, tantangan yang ia hadapi saat bermain film adaptasi berbeda dengan film dengan cerita original. "Saat kita baca, mungkin ada 30 cara orang mengintrepetasikan bukunya," kata Hamish.

    Namun, aktor berusia 36 tahun ini melakukan berbagai cara agar bisa berakting sesuai dengan yang diharapkan. "Sebelum kita syuting. kita teror terus Trinity (penulis buku The Naked Traveler)," kata Hamish sambil tertawa.

    Selain berdiskusi dengan Trinity, Hamish juga mengaku melakukan banyak diskusi dengan kru film terutama sang sutradara, Rizal Mantovani. "Pokoknya kita mau sedekat mungkin dengan ceritanya," kata Hamish.

    The Nekad Traveler bercerita tentang Trinity yang memiliki hobi traveling. Pengalamannya tersebut ia tulis dalam sebuah blog. Karena banyak orang yang menyukai ceritanya, Trinity pun akhirnya menuliskan ceritanya ke dalam sebuah buku berjudul The Naked Traveler. *

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.