Bintangi Film Rano Karno, Furry Citra Observasi Lewat Tokoh Zaenab

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Provinsi Banten Rano Karno saat acara #ngopidikantor

    Gubernur Provinsi Banten Rano Karno saat acara #ngopidikantor "Arabica Malabar Fully Wash" di Gedung Tempo Media Grup Jalan Pal Merah, Jakarta, 24 Januari 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Bintang film Furry Citra berperan sebagai Susan dalam film The Last Barongsai produksi Karnos Film, rumah produksi milik Rano Karno. Karakter Susan adalah kekasih Aguan (Dion Wiyoko) yang menjadi tokoh utama. Memerankan Susan adalah pengalaman yang menarik bagi Furry. Sebab, Susan memiliki sifat sangat berbeda dengan karakter asli Furry. "Karakter Susan itu lemah-lembut, pendiam, sabar. Bertolak belakang banget sama karakter aku sebenarnya yang super-pecicilan dan enggak bisa diam," ucap Furry ketika menyambangi kantor Tabloidbintang.com di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017.

    Baca juga: Begini Cara Rano Karno Merayakan Imlek

    Furry pun harus melakukan pendalaman karakter agar bisa tampil baik dalam film ini. Salah satu siasatnya adalah menonton serial Si Doel Anak Sekolahan, yang juga diproduksi Karnos Film. "Sutradara sempat kasih aku PR. Aku disuruh nonton Si Doel Anak Sekolahan. Dia bilang, 'Pelajari karakter kamu sebagai Zaenab'," ucap Furry Citra bercerita. Jika Anda masih ingat, karakter Zaenab memang sekilas mirip dengan karakter Susan. Zaenab yang diperankan Maudy Koesnaedi ini selalu bertingkah laku sopan dan lemah-lembut.

    Furry menjalankan saran sutradara Arrio Rubbik dengan baik. Aktris yang sering bermain di FTV ini akhirnya menonton lagi Si Doel Anak Sekolahan, meski Furry pernah menontonnya  sewaktu masih kecil. "Lumayan berat juga beraktingnya. Aku disuruh ngomong sangat tertata dan halus. Soalnya, aku aslinya pecicilan," ujar Furry.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.