Film Komedi, Jaja Miharja Harus Komunikasi dengan Komika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis senior Jaja Miharja turun dari mobil setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 13 Mei 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Artis senior Jaja Miharja turun dari mobil setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 13 Mei 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi komedian Kadir dan Jaja Miharja beradu peran dalam film komedi bersama para komika yang berasal dari era berbeda membutuhkan komunikasi ekstra agar lelucon bisa disuguhkan secara baik. "Ide saya dan ide komika digabung. Sebelum main komunikasi dulu sama komika. Mereka mempunyai kemampuan, kami yang tua menyesuaikan saja," ujar Jaja di Jakarta, Selasa, 24 Januari 2017.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kadir mengatakan sebenarnya menyambungkan lawakan dua generasi tak terlalu sulit. Saling berkomunikasi antarpemain sekaligus mengikuti arahan sutradara menjadi salah satu kuncinya.
    "Saya kira tidak ada yang terlalu sulit. Mengikuti arahan-arahan sutradara," kata Kadir.

    Kadir mengungkapkan, gaya lawakan dalam film berbeda dengan di panggung, sehingga dia tak mencampurkan keduanya. "(Komedi di) Srimulat menggunakan gaya panggung, tidak mungkin dibawa dalam film. Sedikit gerakan, akting, sedikit menggerakkan tubuh sudah menunjukkan saya melucu," kata Kadir.

    Sementara itu,  bagi komika Arafah Rianti, berkesempatan menjajal kemampuan berakting sambil melawak bersama komedian senior menjadi pengalaman tersendiri. Arafah mengaku takjub melihat improvisasi yang dilakukan para seniornya.

    "Kalau yang senior improvisasinya jago, sudah di luar kepala, seperti di kehidupan sehari-hari. Sedangkan kami masih kagok," kata Arafah. Jaja Miharja, Kadir, Mandra dan Adi Bing Slamet terlibat dalam film bergenre komedi lintas era, "Generasi Kocak: 90-an Vs Komika".

    Film ini memiliki konsep membandingkan dua generasi yang populer di Indonesia, yakni di era 90-an dan Komika yang diwakili Arafah Rianti, Anyun Cadel dan Afif Xavi. Selain masing-masing karakter mewakili dua era tersebut, berbagai simbol khas dua generasi juga dimunculkan, semisal permainan dan barang-barang lainnya. Film besutan Wishnu Kuncoro itu rencananya akan tayang pada 15 Februari mendatang. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.