Rano Karno Bikin Film Ini Karena Prihatin dengan Barongsai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Banten Rano Karno, menyeduh kopi dalam acara #ngopidikantor, di Kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, 24 Januari 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    Calon Gubernur Banten Rano Karno, menyeduh kopi dalam acara #ngopidikantor, di Kantor Tempo, Palmerah, Jakarta, 24 Januari 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Film The Las Barongsai akan diluncurkan pada Kamis, 26 Januari 2016 di Jakarta. Film yang diproduksi PT. KARNO Film ini, ide awalnya dari Rano Karno.
    "Saya prihatin dengan kebudayaan Cina ya seperti Barongsai. Nasibnya  miris sama dengan tradisi dan kebudayaan Betawi. Saya menyaksikan hal ini di wilayah saya, kehidupan  masyarakat Cina Benteng di Tangerang. Saya bikin film ini idenya ya digali dari kondisi yang ada," kata Rano Karno saat berkunjung ke kantor TEMPO di Palmerah Barat, Jakarta Selatan dalam acara #NgopidiKantor pada Selasa, 23 Januari 2016.

    Mengenakan busana dan ikat kepala serba hitam, perbincangan dengan Rano berlangsung seru. "Masyarakat Betawi, tradisi dan kebudayaannya juga mulai habis dan terkikis. Nah, persis dengan yang terjadi pada Cina Benteng," kata Gubernur Banten ini.

    Aktor yang sering dijuluki si Doel Anak Betawi itu berharap filmnya menjadi sebuah pembelajaran untuk menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi. Di film yang dibintangi Tio Pakusadewo dan Dion Wiyoko itu, Rano juga ikut main sebagai cameo.

    "Intinya hampir mirip kok dengan Betawi, ada kegamangan akan kehilangan tradisi dan kebudayaan yang tergerus zaman dan kondisi kekinian," kata pria kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1960 ini. *

    HADRIANI P.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.