Festival Java Jazz 2017 Bernuansa Betawi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Glenn Fredly tampil dalam panggung Yamaha Music Project featuring dalam Jakarta International Java Jazz Festival di JIExpo Kemayoran, 05 Maret 2016. Dalam penampilannya Glenn Fredly berkolaborasi dengan Isyana, dan Marcello Tahitoe. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Glenn Fredly tampil dalam panggung Yamaha Music Project featuring dalam Jakarta International Java Jazz Festival di JIExpo Kemayoran, 05 Maret 2016. Dalam penampilannya Glenn Fredly berkolaborasi dengan Isyana, dan Marcello Tahitoe. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Java Jazz Festival kembali hadir. Acara tahunan yang akan digelar pada 3, 4, dan 5 Maret 2017 itu akan mengusung konsep desain bernuansa budaya Betawi. Ini berbeda dari konsep pada 2015 (barong) dan pada 2016 (wayang).

    "Bisa dilihat ada ondel-ondel dalam desain, tapi ini bukan karena tahun ini ada pilkada," ujar Dewi Gonta, Presiden Direktur Java Production, dalam temu media di Jakarta, Rabu, 18 Januari 2017.

    Tempat festival (venue) juga akan lebih terbuka mengikuti desain yang dipakai di Pekan Raya Jakarta. “Agar penonton merasakan pengalaman yang berbeda," kata Dewi Gonta.

    Karena festival diadakan di ruang luar (outdoor), faktor cuaca akan juga diperhatikan. "Konstruksi dibangun semenarik mungkin. Bangunan mereka (sponsor) sebaiknya beratap, jadi orang nonton tidak kehujanan," tutur Dewi Gonta. *

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.