Petualangan Detektif Monk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Apa jadinya bila seorang detektif andal mengidap penyakit obsessive compulsive disorder? Hal ini terjadi pada serial drama komedi bertajuk Monk, yang ditayangkan Indosiar setiap Jumat pukul 00.00 WIB.Berbeda dengan kisah detektif lain, serial karya Andy Breckman ini bercerita soal kehidupan unik mantan anggota San Francisco Police Department bernama Adrian Monk, yang diperankan dengan sangat gemilang oleh aktor Tony Shalhoub.Sejak diputar di Amerika pada 2002, serial ini telah menyelesaikan lima masa tayang dan mengantongi beragam penghargaan, dari ajang televisi bergengsi Emmy Awards hingga Golden Globes. Pada 2003, Shalhoub didapuk menjadi outstanding lead actor in a comedy series berkat perannya sebagai Monk.Adrian Monk dikisahkan sebagai lulusan sarjana dari University of California, Berkeley. Ia salah seorang detektif pembunuhan paling brilian yang pernah dimiliki oleh kepolisian San Francisco. Sejak kecil, Monk ternyata mengidap obsessive compulsive disorder (OCD) meski tidak terlalu kentara.Di balik gayanya yang eksentrik, dia selalu dapat melihat keunikan setiap bukti pembunuhan yang ditanganinya. Namun, sejak kematian istrinya, Trudy, pada 1997, akibat ledakan bom mobil, Monk mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan penyakit OCD-nya menjadi ekstrem.Monk kemudian kehilangan lencana dan terdepak dari kepolisian. Ia bahkan menolak keluar dari rumah selama tiga tahun. Tapi kemudian Monk membantu pihak kepolisian menyelesaikan kasus rumit. Sejak itu, Monk menjadi andalan Kapten Leland Stottlemeyer (Ted Levine) dan Letnan Randall "Randy" Disher (Jason Gray-Stanford).Selama bekerja dengan polisi, Monk terus mencari siapa dalang pembunuh istrinya. Itulah satu-satunya kasus yang hingga saat ini belum dapat ia pecahkan. Meski sering terganggu dengan kelakuan Monk yang cukup aneh untuk ukuran orang normal, Stottlemeyer sangat mengagumi kemampuan observasi Monk yang luar biasa.Bukan hanya aneh, Monk juga mengidap berbagai fobia, antara lain fobia terhadap ketinggian, fobia terhadap ular, dan yang paling rumit adalah fobia terhadap kuman.Dalam sebuah episode dikisahkan Monk mendapat tawaran bermain musik dengan musisi country kesayangan istrinya, sebuah tawaran yang sangat membahagiakannya. Sayang, ketika akan bermain bersama, seorang rekan band mencoba klarinet yang akan ditiupnya. Kesempatan manggung pun hilang karena Monk akhirnya tak mau meniup klarinet bekas mulut orang lain.Salah satu karakter penting dalam serial ini adalah asisten sekaligus perawat Monk. Pada 2002-2004, ditampilkan karakter Sharona yang diperankan aktris Bitty Schram. Janda beranak satu ini bertindak sebagai tangan kanan Monk. Maklum, meski andal sebagai detektif, Monk terkadang tidak peduli dengan fee yang seharusnya ia terima. Sharonalah yang harus pontang-panting mengejar siapa pun yang telah menugasi Monk agar membayar biayanya.Sayangnya, Schram meninggalkan acara ini karena bermasalah dengan kontrak. Karakter Sharona kemudian diisi oleh aktris Traylor Howard sebagai Natalie Teeger. Meski sempat menuai kritik di awal permainannya, kini karakter Teeger, yang merupakan janda pilot beranak satu, telah melekat dengan para penggemar Monk.Pihak USA Network yang menayangkan acara ini di Negeri Abang Sam pada Januari lalu mengklaim rating Monk tertinggi dalam sejarah televisi kabel. Saking ngetop-nya acara ini di sana, sebuah novel berdasarkan serial ini diluncurkan pada Januari lalu dengan tajuk Mr Monk Goes to the Firehouse.Adapun novel keduanya, Mr Monk Goes to Hawaii, diterbitkan pada Juli lalu. Dan novel ini tetap laris manis di pasar.SITA PLANASARI A

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.