Suara Abadi Pranawengrum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kritikus musik Suka Hardjana memasukkan nama penyanyi seriosa ini dalam jajaran suara abadi. Pranawengrum Katamsi atau Rum adalah salah seorang penyanyi seriosa terbaik negeri ini bersama Bing Slamet, Sam Saimun, Andy Mulya, dan Kamsidi. Bagi Suka Hardjana, Pranawengrum adalah ikon bintang radio yang memiliki suara abadi.Si pemilik suara abadi ini telah mengembuskan napas terakhirnya, Senin lalu, di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta. Rum meninggal karena menderita gagal ginjal yang mengakibatkan komplikasi paru-paru dan jantung. Penyanyi seriosa yang mengaku pemalu ini dimakamkan di pemakaman Pangkalan Jati, Jakarta Selatan.Sebelumnya, Rum menjalani perawatan selama satu bulan. Ia meninggalkan keluarga yang sangat mencintai kesenian. Tiga anaknya: Aning Katamsi, Doddy Katamsi, dan Ratna Arumsari, aktif di bidang musik. Sementara itu, suaminya, Amoroso Katamsi, adalah seniman teater.Rum lahir di Yogyakarta, 28 Maret 1943. Darah seni putri pasangan RM Surachmad Padmorahardjo dan Oemi Salamah ini mengucur dari sang ayah. Ayahnya adalah seorang pemain biola berbakat. Orang tuanya sangat memperhatikan kemampuan Rum dalam menyanyi. Sayang, dia tak sempat belajar lama dari sang ayah karena ayahnya keburu meninggal.Ibunya, Oemi Salamah, memberikan andil besar dalam menyanyi. Bahkan, setiap kali Rum ikut lomba menyanyi, dia selalu dibuatkan intip (kerak nasi). Hanya, sang ibu keberatan jika Rum bersiul. Tradisi orang Jawa memang menganggap perempuan bersiul itu tidaklah sopan. "Justru anak saya, Ratna, malah jadi juara bersiul yang diadakan Jaya Suprana," kata Rum beberapa tahun silam.Kemudian bakatnya ini dikembangkan seorang penggubah lagu, Nathanael Daldjoeni, Kepala Sekolah Menengah Atas Badan Oesaha Pendidikan Kristen Republik Indonesia II Yogyakarta. Dari Nathanaellah Rum mulai mencintai seriosa. Lantas pada 1961, Rum mengikuti lomba menyanyi pelajar se-Indonesia jenis seriosa dan berhasil meraih juara pertama. Sejak itulah deretan prestasi tersampir di pundaknya. Bintang radio tingkat nasional diterimanya pada 1964, 1965, 1966 ,1968, 1974, 1975, dan 1980.Prestasi yang luar biasa ini hanya bisa dicapai segelintir orang. Tak aneh jika kemudian dia mendapatkan penghargaan khusus piala W.R. Supratman. Selain itu, dia sangat layak menyandang gelar Ibu Seriosa Indonesia. Seluruh hidupnya telah diberikan kepada seriosa. Bahkan dia berkeinginan membentuk masyarakat seriosa Indonesia. Hingga menjelang meninggal, Rum masih berbicara masalah seriosa. Napasnya telah terhenti, tapi suaranya tetap abadi di negeri ini.PELBAGAI SUMBER | ANDI DEWANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.