Alasan Ayu Ting Ting Tak Undang Enji di Pesta Bilqis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayu Ting Ting saat pembuatan video klip singlenya yang berjudul

    Ayu Ting Ting saat pembuatan video klip singlenya yang berjudul "Sik Asik" di Studio MNC TV, Jakarta, pada 15 Desember 2011. Dok. TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Ulang tahun ke-3 Bilqis Khumairah Rozak dirayakan secara meriah dan mewah oleh Ayu Ting Ting di hotel berbintang di kawasan Depok, Minggu 8 Januari 2016. Ayu mengaku sengaja tidak mengundang Enji, ayah biologis dari anaknya. Bukan karena tak mau berdamai, tapi ketidaksetujuan ayah Rozak, menjadi alasan utama Ayu. "Emang sengaja nggak diundang, soalnya babeh saya enggak setuju.  Ayah Rozak masih kecewa sama yang dulu, pake disuruh tes DNA segala, jadi senewen saya," kata Ayu saat jumpa pers kepada awak media.

    Hal tersebut disahuti ayah Rozak saat mendampingi Ayu ketika press conference. Ayah Rozak mengatakan ia tidak mau mantan menantunya hadir di perayaan ulang tahun Bilqis yang ke-3 tahun. "Ayah sudah pahit, enggak boleh dan enggak usah bahas-bahas dia lagi. Kalau denger itu, jadi ingat yang dulu," sahut Rozak.

    Ayu menjelaskan, kehidupannya dan Bilqis sudah berbeda 'dunia' dengan Enji. Ayu tidak ingin membuka bekas luka yang sudah sembuh, dengan membahas kembali kehadiran Enji sebagai ayah Bilqis. "Kita udah punya hidup masing-masing, dunia kita juga udah beda. Dia di mana, kita di mana alamnya beda. Enggak usah ikut campur urusan orang lain, mending urus kehidupan masing-masing aja. Toh kita nggak pernah ganggu, dan tolong jangan  ganggu hidup kita," tutur pelantun lagu "Sambalado" itu.

    Seperti diketahui, Ayu dan Enji resmi bercerai pada April 2014. Dari hasil pernikahannya, Ayu dikarunai seorang putri, yang lahir pada 28 Desember 2013. Sedangkan Enji telah menikah lagi dengan sahabatnya. *

    TABLOID BINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.