Linangan Air Mata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Selembar kalender terhampar: Mei 2006. Angka 27 dilingkari dengan tinta merah, hari Sabtu tepatnya. Di atas lembaran kalender itu, terlihat sebuah piring lengkap dengan sendok dan garpu. Bukan hidangan istimewa yang hendak disajikan.Menu hari itu adalah puing sisa reruntuhan rumah yang porak-poranda oleh lindu yang mengguncang Yogyakarta tiga bulan lalu. Seorang nenek dengan air mata berlinang yang memeluk seorang cucu menyaksikan hidangan itu. Menyantap Ratap, judul lukisan oil on canvas itu, adalah karya Peter Gentur.Peter bersama sejumlah seniman lain yang tergabung dalam Taring Padi menggelar pameran seni rupa bertajuk Sedulur Gempa di Goethe Haus, Jakarta, 25 Agustus-10 September 2006. Ini aksi penggalangan dana untuk korban gempa Yogyakarta.Taring Padi adalah organisasi independen yang bergerak di bidang seni dan budaya. Sejak dideklarasikan pada 21 Desember 1998, lembaga ini aktif dalam kegiatan seni. Organisasi ini juga aktif dalam berbagai komite aksi perjuangan untuk demokrasi dan keadilan sosial di Jakarta, Yogyakarta, dan kota lain.Kurator pameran, Lisabona Rahman, mengatakan runtuhnya bangunan fisik dan psikis bukan berarti hancurnya semangat melanjutkan hidup. Sebaliknya, itu justru menjadi motivasi untuk menyusun kembali kehidupan yang lebih baik.Rasa paseduluran tidak muncul tiba-tiba dan dipaksakan karena bencana itu, melainkan sebuah kesadaran. "Rasanya tepat menjadikan Sedulur Gempa sebagai judul pameran dan penggalangan dana oleh Taring Padi ini," ujarnya.Sedulur Gempa tidak hanya memamerkan lukisan, tapi juga fotografi dan seni patung. Sejumlah pematung senior Indonesia turut berpartisipasi, misalnya Dolorosa Sinaga dan Taufan A.P.Salah satu seni patung karya Taufan yang menarik berjudul Image Pembangunan (mixed media). Di sini digambarkan bumi telah dipenuhi gedung-gedung bertingkat. Tidak ada lagi sawah, hutan, atau bukit yang hijau. Hingga seekor serigala pun terpaksa mengaung di puncak suatu gedung karena telah kehilangan habitatnya.Selain itu, tema-tema yang diusung tidak melulu mengungkap kesedihan akibat bencana alam itu. Semangat untuk bangkit kembali diabadikan melalui lukisan woodcut on paper berjudul Gotong Royong karya Yunanto. Di situ digambarkan kebersamaan sesama korban gempa membangun kembali desa mereka.RETNO SULISTYOWATI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.