Ernest Prakasa: Gue Awalnya Cuma Pengen Kayak Raditya Dika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stand Up Comedian Ernest Prakasa tampil menghibur penonton yang menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Jakarta,  19 Juli 2014. Pagelaran ini menampilkan tujuh Stand Up Comedy diantaranya Arie Kriting, Soleh Solihun, dan Mongol Stres. TEMPO/Nurdiansah

    Stand Up Comedian Ernest Prakasa tampil menghibur penonton yang menyaksikan panggung Tujuh Hari Untuk Kemenangan Rakyat di Teater Salihara, Jakarta, 19 Juli 2014. Pagelaran ini menampilkan tujuh Stand Up Comedy diantaranya Arie Kriting, Soleh Solihun, dan Mongol Stres. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Berangkat dari panggung stand up comedy, Ernest Prakasa melebarkan sayap ke industri film layar lebar. Bukan hanya sebagai pemain, ayah dua anak ini juga menulis cerita dan menyutradarai filmnya.

    Menurut Ernest, film dan stand up comedy bukan dua dunia yang harus dipilih salah satunya. Sebab ia merasa mampu menjalankan semuanya secara bersamaan.

    "Justru kalau di luar negeri, komika rambah layar lebar kayak Edy Murphy, Chris Rock, Jim Carey, Seth Rogen, dan lain-lain. Jadi gue pengin kasih motivasi sama temen-temen. Elu kalau comic alias komika dan tertarik sama komedi, satu-satunya ruang bukan cuma jadi pemain. Lu bisa jadi penulis, sutradara, kenapa enggak?" tutur Ernest.

    Ernest  tak memungkiri Raditya Dika sebagai inspirasi awal dari kesuksesan kariernya saat ini. Saat itu, Ernest merasa tertantang untuk bisa melakukan apa yang sudah dilakukan Radit, yakni sebagai pemain film, penulis, sekaligus sutradara.

    "Gue awalnya cuman pengen jadi kayak Radit, ternyata lumayan. Kemal (Pahlevi) juga nyoba bikin film sendiri. Jadi bukannya mustahil, enggak hanya bertahan di panggung, tapi juga bisa menjelajah ke lain," kata pria 34 tahun ini.

    Semakin hari, diakui Ernest Prakasa, persaingan di industri hiburan semakin berat. Untuk itu, setiap individu dituntut untuk lebih kreatif dan jeli melihat peluang. "Ruangnya ada, tinggal mau belajar dan bekerja keras enggak untuk itu," pungkasnya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.