Jejak Gembong Narkotik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Apa yang Anda lakukan ketika tiba-tiba duit miliaran rupiah datang tiap hari? Bisa jadi Anda akan segera membeli rumah mewah di tepi pantai, lantas mengganti seluruh interior dengan barang yang jauh lebih mahal, serta menghina selera rendahan pemilik rumah lama. Tak hanya itu, bisa jadi Anda juga akan segera keluar-masuk pub, mabuk, serta membeli beberapa perempuan bayaran. Entah apa yang kemudian Anda lakukan. Yang jelas, itulah yang dilakukan Frankie (Danny Dyer) dan Charlie (Tamar Hassan) dalam film The Business. Mereka baru saja membangun jaringan bisnis narkoba sendiri. Teman sekaligus guru mereka, Sammy (Geoff Bell), baru saja mereka tinggalkan. Mereka terpaksa berpisah lantaran tidak lagi cocok dengan cara Sammy berbisnis. Berbeda dengan Sammy, kedua anak muda itu berani melakukan perlawanan dengan pemerintah, yakni wali kota. Selama ini, jaringan narkoba di wilayah itu memang sengaja dibiarkan sang penguasa. Asal memberikan sedikit keuntungan dan tidak menjual ganja, siapa pun bebas menjual obat-obatan. Nah, kedua anak muda itu melanggar pesan "pihak yang berwajib". Namun, omzet bisnis yang membuat mata terbelalak ini membuat mereka kian nekat. Mereka pun terpaksa pasang badan ketika sang wali kota "menyalak". Kisah tentang kehidupan gembong narkoba yang diangkat sutradara film yang pernah menggarap The Football Factory's ini memang sudah jamak. Sebagian di antara kisah geng, sindikat, atau sejenisnya tersebut bahkan enak ditonton berulang-ulang sebagaimana The God Father. Namun, membandingkan film ini dengan keindahan The God Father sama saja membandingkan bumi dengan langit. Dari segi cerita, misalnya, terlampau mudah untuk menebak kisah kebangkrutan Frankie dan Charlie ini sedari awal. Pasalnya, sejak awal sudah dijelaskan tentang jenis narkoba apa saja yang tidak akan diusik oleh sang wali kota. Maka, ketika mereka berdua sengaja menjual jenis narkoba yang terlarang itu, sudah bisa dipastikan bahwa mereka akan digulung habis. Lalu lihat pula cara sang sutradara memperkenalkan karakter masing-masing tokoh utama. Tidak ada scene berarti yang membuat mereka cukup punya alasan untuk mendulang sukses setelah lepas dari Sammy. Bukankah Sammy punya begitu banyak kaki tangan yang bisa membuat buntung Frankie dan Charlie?Dari segi pengambilan gambar, tak ada yang harus dibicarakan dari sodoran frame demi frame yang dipenuhi warna cerah tersebut. Yang jelas, ada begitu banyak adegan yang menjadi tidak bermakna dengan model penggarapan gambar seperti ini. Ketika nyawa Sammy melayang, misalnya, tidak ada angle pengambilan gambar yang istimewa. Padahal dia merupakan salah satu tokoh utama yang seharusnya "diperlakukan" dengan istimewa. Secara keseluruhan, barangkali film ini akan membuat Lola Amaria yang menyutradarai film Betina menjadi jengkel bukan kepalang. Ya, film Lola yang digarap dengan pendekatan seni harus diputar dari kampus ke kampus lantaran tak ada biaya mentransfer ke film 16 milimeter. Namun, film garapan Nick Love dengan kisah tak terlalu istimewa ini bisa dikopi dan diedarkan ke seantero jagat. Jadi, ketika hendak menonton film ini, jangan mencoba mencari kelebihan dan kekurangan filmnya, apalagi membandingkan dengan The Godfather. Namun, berangkatlah dengan santai seolah hendak memutar hasil rekaman acara ulang tahun atau pernikahan saudara Anda di tepi pantai atau di hotel berbintang lima. Jadi Anda tetap akan merasa bahagia dan terhibur. Bukan kehebatan akting atau plot cerita yang akan membahagiakan Anda. Namun, Anda bahagia karena tiba-tiba saja Anda bisa berteriak ketika melihat lucunya sepupu yang menangis setelah tak kebagian es krim dalam pesta itu. l NUR HIDAYATJudul: The BusinessSutradara dan penulis naskah: Nick LovePemain: Danny Dyer, Tamar Hassan, Geoff Bell, Georgina ChapmanProduksi: Vertigo Films Productions

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.