Kamis, 22 November 2018

Fasilitas Baru di Museum Sumatera Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Medan:Sekelompok anak berseragam sekolah memasuki setiap ruangan pameran.Dengan buku dan alat tulis ditangan,anak-anak itu mengamati setiap koleksi yang dipamerkan di Museum Negeri Sumatera Utara. Sesakali mereka menulis sambil membuat sketsa keramik Cina abad 10 Masehi.Museum Negeri Sumatera Utara saban hari panen pengunjung.Terutama pada Jumat dan Sabtu. Kebanyakan berpakaian seragam sekolah. "Saya sudah sering datang ke museum ini.Tempat ini asik untuk bejalar,terlebih kalau ada pameran koleksi museum," kata Piter Gerson Lase, pelajar Sekolah Menengah Pertama PGRI 4 Medan.Di ruang lobby, patung pengantin beserta ornamen-ornamenya dari suku-suku utama di Sumatera Utara seperti Melayu, Batak Toba, Karo, Simalungun, Angkola, Mandailing, Pak-Pak, dan Nias memancing minat pengunjung untuk semakin melangkahkan kaki menelusuri setiap ruang koleksi. Hanya beberapa puluh langkah dari ruang lobby,hasil budaya masa pra sejarah seperti kulit kerang dan alat batu yang terkenal dengan nama "Sumatralith" yang ditemukan di Kabupaten Langkat.Sejak diresmikan pada 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu, Daoed Yosoef, hingga sekarang Musuem Sumatera Utara telah memiliki 6.799 koleksi benda bersejarah yang terbagi menjadi 10 jenis, yakni koleksi geologika, berupa koleksi jenis batuan, benda-benda bentukan alam serta aneka mineral batuan. Kemudian ada pula koleksi biologika, koleksi etnografika yang menggambarkan identitas etnis di Sumatera Utara.Koleksi lainnya yang menarik perhatian pengunjung adalah koleksi arkeologika, benda-benda hasil peninggalan budaya masa pra sejarah sampai masuknya pengaruh budaya barat.Koleksi arkeologika yang terkenal di museum ini di antaranya, Piringsapa serta Pustaha Lak-lak peninggalan budaya Batak Toba. Selebihnya ada koleksi historika, numismatika, filologika, keramologika, seni rupa dan yang berteknologika.Museum negeri ini juga pernah menerima hibah koleksi benda-benda bernilai seni sebanyak 16 koleksi. "Temuan peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Desa Lobu Tua, Kecamatan Andam Dewi,Kabupaten Tapanuli Tengah berupa 7 keramik Cina buatan abad 10 Masehi yang dihibahkan menambah banyak koleksi museum," kata Kepala Museum Negeri Sumatera Utara Sri Hartini kepada Tempo,siang ini (1/9).Jumlah pengunjung museum yang terus bertambah menurut Sri Hartini merupakan cerminan masyarakat yang ingin mengetahui peradaban masa lampau semakin banyak. "Tahun 2003 jumlah pengunjung 73.032, tahun 2004 naik menjadi 80.070, tahun 2005 pengunjung sebanyak 81.031 dan tahun ini hingga bulan Juli sebanyak 34.074 pengunjung. Kami proyeksikan tahun ini pengunjung museum sebanyak 90 ribuan," katanya.Untuk mencapai terget 90 ribuan pengunjung itu, museum kini dilengkapi fasilitas znimasi dan layar sentuh. "Teknologi animasi ternyata memancing minat anak-anak berkunjung ke museum. Selain itu 1 unit big screen disiapkan bagi pengunjung lanjut usia yang kesuliatan naik turun tangga ke ruang koleksi dilantai II dan III,cukup melihat di layar lebar dengan teknologi touch screen, seluruh ruangan museum sudah bisa dikunjungi," papar Sri.Mirip fasilitas di bioskop,fasilitas layar lebar di Museum Sumatera Utara itu pun ada dalam sebuah ruangan,dengan kursi yang disusun berjajar. Pengunjung bisa memilih 10 menu pilihan dari jenis koleksi museum dilengkapi dengan hikayat dari negeri asal koleksi.Tinggal minta operator untuk memutar menu pilihan.Teknologi masuk museum, begitu pengunjung menyebutnya.Sahat Simatupang, Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian PANRB: Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 Diturunkan

    Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 tahap Seleksi Kemampuan Dasar akan diturunkan oleh Kementerian PANRB akibat jumlah peserta yang lulus seleksi kecil.