Senin, 22 Oktober 2018

Kanker yang Serang Julia Perez Sudah Stadium 4  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Perez dan Nikita Mirzani. TEMPO/Nurdiansah

    Julia Perez dan Nikita Mirzani. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker serviks yang diderita Julia Perez alias Jupe ternyata sudah masuk stadium 4. Hal itu diungkapkan Jupe saat ditemui di acara syukuran pernikahan Ria Irawan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Desember 2016.

    Meski demikian, pelantun Belah Duren itu masih berharap untuk menikah lagi seperti yang dilakukan Ria Irawan.

    Baca juga: Terkena Kanker, Tubuh Jupe Kian Mengkhawatirkan

    "Aku enggak mau bule. Kalau ada cowok Indonesia yang mau, maaf kondisinya sekarang berjuang dengan menopause. Kalau ada yang mau datang saja ke mama saya, dibuka pendaftarannya," kata Jupe.

    Ria Irawan di tempat yang sama mengatakan Jupe akan mendapatkan jodoh jika mau terbuka soal kondisi dia yang sebenarnya.

    "Jupe akan dapat jodoh kalau dia jujur kondisinya seperti apa. Perempuan berjakun saja dapat jodoh," kata Ria Irawan menimpali.

    Kabar Jupe yang masuk rumah sakit itu sempat ditanggapi Nikita Mirzani, yang berseteru dengan Jupe. Nikita mendoakan Jupe agar cepat sembuh.

    Baca juga: Joget-joget di Tempat Umrah, Ayu Ting Ting Dibanjiri Hujatan

    "Semoga beliau makin kuat, cepat sembuh, dan segera diangkat penyakitnya oleh Allah," ujar Nikita saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat, 23 Desember.

    Nikita Mirzani tak mengetahui kabar mengenai Jupe dilarikan ke rumah sakit. Ia mengaku sedang sibuk, sehingga tidak mengikuti kabar terbaru tentang Jupe baik di media sosial atau media masa.

    "Lagi ngurusin gaji karyawan, buat penutupan akhir tahun. Aku enggak sempat buka sosial media atau nonton acara tv, jadi aku enggak tahu kabar itu," katanya menjelaskan.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.