Banda Neira Bubar, Ananda Badudu Pilih di Belakang Layar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ananda Badudu bersama Rara Sekar Banda Neira tampil dalam peluncuran cd dan buku Prison Songs: Nyanyian Yang Dibungkam, di Jakarta, 21 Agustus 2015. Lagu-lagu yang dinyanyikan merupakan karya para tahanan politik 1965 dan Orba. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ananda Badudu bersama Rara Sekar Banda Neira tampil dalam peluncuran cd dan buku Prison Songs: Nyanyian Yang Dibungkam, di Jakarta, 21 Agustus 2015. Lagu-lagu yang dinyanyikan merupakan karya para tahanan politik 1965 dan Orba. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Duo indie Banda Neira mengumumkan kabar mengejutkan melalui akun Instagram mereka, Kamis malam, 22 Desember 2016. Lewat keterangan gambar, band yang digawangi Ananda Badudu dan Rara Sekar ini menyatakan secara resmi tak akan melanjutkan Banda Neira.

    Ananda menjelaskan, keputusan itu diambil setelah diskusi panjang selama setahun. “Saya mohon maaf tidak bisa lagi meneruskan Banda Neira seperti yang diharapkan teman-teman,” kata Ananda saat dihubungi, Kamis, 23 Desember 2016.

    Selanjutnya, Ananda mengatakan masih akan terus bermusik walaupun lebih memilih di belakang layar. “Enggak main sebagai performer lagi,” ujar Ananda yang kini berdomisili di Yogyakarta.

    Baca: Grup Musik Banda Neira Bubar, Alasannya Masih Dirahasiakan

    Banda Neira dikenal lewat lagu-lagu akustik yang manis dan meneduhkan. Album pertama mereka Berjalan Lebih Jauh dirilis pada 2013. Selain itu, Banda Neira sempat meluncurkan mini album Paruh Waktu (2012), album kolaborasi Kita Sama-sama Suka Hujan (2015) dan album kompilasi Prison Songs (2015).

    Duo ini terakhir merilis album penuh Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti pada awal tahun lalu. Setelah meluncurkan album kedua itu, Banda Neira mengumumkan vakum karena Rara Sekar melanjutkan studi ke Selandia Baru. Pengumuman bubar ini memupus harapan pendengar terhadap karya-karya baru dari band yang dibuat atas dasar ‘proyek iseng’ itu.

    MOYANG KASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.