Pasar Musik Indonesia Sangat Maju, Mirip Amerika Serikat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Iwan Fals menyapa wartawan saat peluncuran aplikasi Yonder Music di Hotel Mulia Senayan Jakarta, 23 Mei 2016. Dalam peluncuran tersebut menyatukan 17 musisi ternama di konser Yonder Music All Star Live Hear Forever diantaranya Iwan Fals, Noah, Rossa, Afgan, Isyana Sarasvati, Andien dan Iwa K. TEMPO/Nurdiansah

    Musisi Iwan Fals menyapa wartawan saat peluncuran aplikasi Yonder Music di Hotel Mulia Senayan Jakarta, 23 Mei 2016. Dalam peluncuran tersebut menyatukan 17 musisi ternama di konser Yonder Music All Star Live Hear Forever diantaranya Iwan Fals, Noah, Rossa, Afgan, Isyana Sarasvati, Andien dan Iwa K. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - CEO aplikasi layanan musik streaming digital Yonder Music, Adam Kidron, melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat maju. Sebab, kata dia, penikmat musik, artis, dan label di Indonesia memiliki karakteristik berbeda dari negara lain. 

    "Biasanya orang menyukai artis karena mereka kaya dan gaya hidup mereka, tapi tidak di Indonesia. Orang-orang di sini sangat bangga dengan musik mereka," kata Adam kepada Antara seusai peluncuran "SIDES" Live Session Afgan di Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu, 21 Desember 2016.

    "Di media sosial, mereka biasanya mengatakan ‘Sudahkah kamu melihat ini?’ Indonesia sama sekali bukan pasar yang malas. Mereka ingin melihat artis idolanya menjadi besar," ujar Adam.

    Menurut Adam, para artis Indonesia juga memiliki kekuatan untuk mengontrol image mereka sendiri, yang biasanya dilakukan para label di negara lain. Para artis biasanya menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan penggemar mereka. "Ini sangat bagus," tutur Adam.

    "Bagus untuk Yonder Music, kami bisa bekerja sama dengan para artis, dengan label, punya banyak poin untuk dapat berinteraksi. Indonesia pasar yang sangat maju," ucap Adam, yang melihat bahwa pasar Indonesia mirip dengan Amerika Serikat. "Tetap sangat berbeda, tapi memiliki karakter yang sama."

    "Orang-orang di Indonesia mendengarkan musik yang berbeda-beda, sangat beragam. Orang mendengarkan musik dari EDM hingga musik dangdut," kata Adam. Menurut Adam, "keren" dari pasar Indonesia adalah orang-orang Indonesia suka menikmati live music.

    "Kebanyakan dari artis yang bekerja sama dengan kami juga melakukan live music. Senang melihat Rossa, Iwan Flas melakukan live music. Mereka benar-benar artis yang sebenarnya," ujar Adam.

    Yonder Music merupakan layanan musik digital yang berbasis di Kota New York. Yonder Music diluncurkan di Malaysia pada November 2015 dan masuk ke pasar Indonesia dengan menggandeng operator telekomunikasi XL pada Mei 2016.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.