Ini Alasan Sandra Dewi Belum Berani Tes Kehamilan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Dewi bersama suaminya Hendrikus Harvey Moeis menunjukkan cincin pernikahannya menjelang konferensi pers di Jakarta, 8 November 2016. Pasangan ini berencana menggelar resepsi di Jakartab dan di Disneyland Tokyo Jepang. TEMPO/Nurdiansah

    Sandra Dewi bersama suaminya Hendrikus Harvey Moeis menunjukkan cincin pernikahannya menjelang konferensi pers di Jakarta, 8 November 2016. Pasangan ini berencana menggelar resepsi di Jakartab dan di Disneyland Tokyo Jepang. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sandra Dewi masih belum yakin apakah dia benar tengah hamil muda karena sudah telat datang bulan. Meski demikian, Sandra enggan menjalani pemeriksaan untuk memastikan kabar tersebut.

    Artis yang dinikahi pengusaha Harvey Moeis pada 8 November 2016 itu akan periksa ke dokter kandungan menjelang perayaan Natal, akhir Desember nanti. "Pengin ngecek pas Hari Natal atau dekat-dekat Natal," kata Sandra Dewi, yang menolak menggunakan alat bantu test pack, di Studio Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Senin, 19 Desember 2016.

    Mengapa harus menunggu sampai perayaan Natal, Sandra? "Ya pengin tahunya pas sudah jelas aja. Kalau masih kecil banget sering belum jelas. Katanya sih kalau hamil tiga bulan ke atas baru boleh ngasih tahu. Jadi nanti-nanti aja deh," kata Sandra Dewi mengungkapkan.

    Wanita berusia 33 tahun itu juga mengatakan tak mau gembar-gembor soal kehamilan. Sandra Dewi pasrah dan percaya akan mendapat momongan di saat yang tepat. "Aku sih berharap yang terbaik aja, kalau sudah saatnya dikasih, pasti dikasih. Enggak mau pamali juga. Karena pengin banget jadi ngecek-ngecek terus. Dibawa santai ajalah. Takut kecewa atau pamali. Nanti kasih tahunya kalau sudah tiga bulan," pungkas Sandra Dewi.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.