Renungan tentang Waktu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Jeda adalah proses berhenti sejenak untuk melihat sekeliling. Ia bisa saja sesuatu yang tidak terduga sama sekali ataupun memori-memori manusia di ruang-ruang pribadi. Sering memori hilang begitu saja. Namun, kadang manusia perlu berdiam untuk membongkar memori dalam pikiran yang berkeliaran di kepala.Itulah makna yang hendak disampaikan oleh 13 partisipan pameran fotografi bertajuk "Jeda" di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, 23-28 Agustus lalu. Pameran ini diadakan kelompok Forum Lenteng. Mereka menginvestigasi ulang sejarah hidupnya dan mencari tahu hal-hal yang merupakan proses jeda baginya. Lalu itu diceritakan kembali dalam medium fotografi: esai foto.Ada 12 judul karya yang dipajang. Dalam satu judul terdapat banyak foto dan menggambarkan peristiwa secara utuh. Setiap gambar adalah hasil dari proses reflektif dari persoalan-persoalan personal para peserta pameran. Misalnya Hening karya Wachyu Permana Ariestya, yang menerjemahkan rasa takutnya terhadap ketinggian.Rasa takut itu berubah menjadi traumatis akibat pengalaman di masa lalu, saat ia terjatuh dari sebuah pohon. Esai itu menggambarkan pemandangan dari lantai empat sebuah gedung: atap-atap rumah dan sepasang sepatu.Proses merekam gambar menjadi titik tolak pria yang biasa disapa Aconk ini dalam mengalahkan rasa takut untuk berdiri di ketinggian. Lalu, dengan bingkai fotografi, Aconk melakukan seleksi personal pada bidang-bidang yang mungkin dapat merepresentasikan ketakutannya.Ada juga karya Bagasworo Aryaningtyas alias Chomenk yang berjudul Manyen Jadi Gue. Di sini Chomenk melakukan personifikasi dirinya kepada seorang kawan. Ada frame yang bercerita saat ia menonton blue film, minum jamu kuat, menyentuh motor kesayangan, menjadi koki dan memasak, sampai saat ia bermimpi menjadi seorang sarjana.Melalui tubuh teman, Chomenk merekonstruksi cita-cita dan kejadian-kejadian personal yang selama ini tidak terceritakan. "Di sini gue memakai Manyen untuk memerankan gue," kata Chomenk. Manyen yang dimaksud adalah teman Chomenk.Foto lain, karya Andang, berjudul Pulang. Andang mengaku jarang pulang ke rumah--sehari-hari ia "ngontrak". Ketika Andang pulang, ia merekam obyek apa saja di rumahnya. Tapi, dari ratusan foto yang direkamnya, yang dipajang hanya satu: gambar akuarium. "Itu paling menarik perhatian saya," katanya.Menurut Andang, akuarium adalah barang baru di rumah dan warnanya mencolok, yakni biru dan ungu. Tanpa sadar yang paling banyak difoto itu adalah akuarium.Begitulah "Jeda", kata Kurator Forum Lenteng, Hafiz, dalam katalognya: proses berhenti sejenak untuk melihat sekeliling. Ia bisa saja sesuatu yang tidak terduga sama sekali ataupun memori-memori manusia tentang kota di ruang-ruang pribadi. Dan sering memori hilang begitu saja.CHRISTINA NATALIA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.