Fairuz A. Rafiq: Rhoma Irama Bilang, Suara Saya Mirip Camelia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fairuz A. Rafiq dan Rhoma Irama. Instagram.com/TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Fairuz A. Rafiq dan Rhoma Irama. Instagram.com/TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak cerita di balik pembuatan single Eish milik Fairuz A. Rafiq. Lagu itu diciptakan Rhoma Irama khusus untuk Fairuz. Fakta tersebut membuat perempuan 30 tahun ini kaget dan bertanya kepada diri sendiri. Bisakah membawakan lagu ciptaan Si Raja Dangdut?

    Keraguan itu disampaikan Fairuz saat menjalani sesi pemotretan bersama Tabloidbintang.com, Jumat, 9 Desember 2016. Ia mengatakan, menyanyikan lagu karya Rhoma Irama itu bukan hal yang mudah. “Tidak susah, tapi susah banget,” katanya.

    Apalagi suara Fairuz bukan tipikal yang mendayu-dayu. “Sebelum take vokal di studio, suara saya dipuji oleh Rhoma Irama. Dia bilang: suara kamu ini kalau dibandingkan dengan penyanyi senior, seperti suara Camelia Malik. Mirip Mia (Camelia). Karakter vokalnya lebih fleksibel dan sangat mungkin masuk ke ranah pop,” kata Fairuz, menirukan ucapan Rhoma.

    Saat diberi tahu hal itu, Fairuz nyaris tak percaya. Fairuz merasa kualitasnya masih jauh jika dibandingkan dengan pencetak hit Wakuncar itu. Masih banyak kekurangan yang mesti dibenahi. Itu sebabnya, Fairuz butuh waktu setengah tahun untuk mempelajari karya Rhoma Irama secara detail. Intinya, ia tidak mau mengecewakan Rhoma dan almarhum ayahnya, A. Rafiq.

    “Beliau dan almarhum papa sangat dekat. Bagi saya, Eish ini bukan sembarang lagu. Lagu ini memiliki visi membangkitkan kembali kualitas musik dan lirik dangdut. Lagu ini memberi tahu masyarakat seperti ini loh lagu dangdut tulen sebenarnya,” kata Fairuz.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.