Pesan Persatuan di Panggung Djakarta Warehouse Project 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemeriahan festival musik digital Djakarta Warehouse Project 2016 di JiExpo Kemayoran, Jumat, 9 Desember 2016. TEMPO/Moyang Kasih

    Kemeriahan festival musik digital Djakarta Warehouse Project 2016 di JiExpo Kemayoran, Jumat, 9 Desember 2016. TEMPO/Moyang Kasih

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival electronic dance music (EDM) terakbar di Asia, Djakarta Warehouse Project (DWP) kembali digelar akhir pekan ini, 9-10 Desember 2016. Bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, atraksi utama DWP kali ini adalah sebuah panggung spektakuler dengan hiasan burung garuda raksasa bernama panggung Garudha Land.

    Hari pertama DWP diisi dengan penampilan sederet Disc Jockey (DJ) kelas dunia di panggung garuda yang berada di lapangan terbuka ini. Dimulai oleh Evan Virgan pada pukul 18.30, panggung ini makin panas dengan penampilan dari Goldfish & Blink, DJ Devarra, hingga puncaknya adalah Zedd dan Matin Garrix.

    Garuda yang sayapnya terbentang sepanjang sekitar 30 meter itu sekaligus berfungsi sebagai layar yang memantulkan video art dan tata cahaya mempesona untuk melengkapi keseruan penampilan para DJ.

    DJ Devarra yang tampil mulai pukul 21.05 menandai makin memanasnya DWP malam tadi. Pengunjung main ramai berdatangan dan asik berdansa diiringi dentuman musik elektronik yang hype dari DJ asal Jakarta ini. Tak lupa, pesan-pesan positif dilontarkan sang DJ pada penonton. “Dari negara mana pun Anda, kita adalah satu dunia. Bhinneka Tunggal Ika,” katanya yang disambut tepukan riuh penonton.

    Penonton puk tak malu-malu lagi melompat dan menggoyangkan tubuh dengan panas. Bendera dari berbagai negara diacungkan sambil mereka menari. Sang DJ pun mengajak penonton dari tiap negara untuk unjuk suara. “Malaysia? Singapura? Korea? Jepang? Give me some noise...” teriaknya.

    Crowd dari berbagai negara yang jadi satu ini menjadi salah satu daya tarik yang membuat pengunjung tak rela melewatkan gelaran tahunan ini. “Crowd-nya dahsyat!” kata I Putu Bagus Setyawan, 29 tahun, seorang pegawai negeri yang datang ke DWP bersama dua temannya.

    Datang sekitar pukul delapan malam, Putu bersiap menghabiskan waktu hingga pagi di festival ini. Penampilan paling ia tunggu adalah Martin Garrix dan Zedd. “Saya ngefans banget dengan Zedd, banyak lagu-lagunya jadi favorit saya,” kata Putu lagi.

    Zedd adalah produser asal Jerman yang menembus skena musik elektronik Eropa pada 2010 lalu lewat remix Scary Monsters and Nice Sprites dari Skrillex. Kekhasannya adalah suara akustik yang membius. Zedd telah bekerja dengan nama-nama besar musik dunia seperti Lady Gaga, B.o.B, dan Armand Van Helden. Bersama Haylew Williams, lagu Stay the Night Zedd berhasil menembus deretan puncak tangga lagu Inggris.

    Adapun Martin Garrix yang menutup pesta hingga subuh itu memulai karirnya lewat remix lagu Christina Aguilera berjudul Your Body pada 2012. Saat itu, usia pria yang bernama asli Martijn Garritsen ini masih 16 tahun. Pada 2013, Garrix merilis single solo berjudul Animals yang langsung menduduki nomor satu di Inggris dan delapan negara lainnya. Ia berada pada peringkat empat dalam daftar DJ Magazine’s Top 100.

    Selain panggung garuda, DWP menyediakan dua panggung lain di dalam ruangan yang berganti tema setiap hari. Pada hari pertama, dua panggung itu mengambil tema Neon Jungle dan Cosmic Station.

    Berbeda dengan panggung raksasa di luar, penampilan di dua panggung indoor terasa lebih dekat dan akrab karena jarak dan tinggi panggung yang tak terlalu jauh dari penonton.

    Tokimonsta adalah salah satu penampil yang mengisi panggung Neon Jungle yang lebih sederhana. Seperti dijanjikan penyelenggara acara Ismaya Live, panggung satu ini menyajikan format musik berupa perpaduan DJ set dan live set.

    Penampilan Tokimonsta diawali dengan bunyi dentingan piano yang manis kemudian dilanjutkan dengan nuansa hip-hop dan dance yang futuristik. “Let’s start the journey,” kata DJ asal Los Angeles bernama asli Jennifer Lee itu membuka penampilannya. Alan Walker dan Valentino Khan juga tampil di panggung ini.

    Di panggung Cosmic Station, ada Trillions yang menghangatkan malam. Panggung yang ditata dalam bentuk geometris segienam itu juga diramaikan oleh penampilan Marc Benjamin dan Brennan Heart.

    MOYANG KASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?