Eross Candra Luncurkan Album Instrumental Pertama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Eross Chandra, personil band Sheila On 7. TEMPO/ Nita Dian

    Eross Chandra, personil band Sheila On 7. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Gitaris Sheila on 7, Eross Candra, merilis album solo perdana. Album bertajuk Forbidden Knowledge ini merupakan album instrumental gitar yang berisi delapan lagu.

    “Ini adalah album instrumental. Di dalamnya hampir enggak ada vokal. Kalaupun ada, paling sedikit,” kata Eross dalam videonya di YouTube.

    Meski baru merilis pekan lalu, Eross mengatakan ada beberapa materi lagu yang direkam lima tahun yang lalu, seperti lagu Baby Crunch yang ia buat bersama Six Strings dan Pintu Kecemasan yang ia ambil dari album kompilasi 1.000 Gitar untuk Anak Indonesia.

    “Saya baru sadar bahwa lagu saya tersebar di mana-mana. Akhirnya saya kumpulin, ditambah dengan materi lagu baru, jadi album ini,” kata pria kelahiran Yogyakarta, 3 Juli 1979, ini.

    Eross mengatakan pengerjaan album ini sedikit berbeda dengan album yang pernah ia buat sebelumnya. “Di sini, saya tidak bermain dengan lirik, mainnya ada di gitar, dari pertama penulisannya, ngulik sound juga, semuanya utamanya ada di gitar,” katanya.

    Tak mengherankan, ia mengatakan album ini merupakan album kompleks. “Tapi bukan cuma isi atau pemikirannya, tapi juga secara sound, karena saya termasuk orang yang berimajinasi tentang isian atau sound,” tutur Eross.

    Pria yang aktif bermusik sejak 1997 ini menerangkan bahwa dia membutuhkan waktu yang sangat lama untuk merekam album tersebut. “Saya banyak bereksperimen, misalnya ganti senar. Padahal lagu sudah jadi, tapi bisa berubah,” katanya. “Saya enggak tahu berkah atau apa, saya mendengar sesuatu yang orang lain enggak dengar.”

    Dalam video tersebut, Eross juga mengatakan dia menjadi produser dan mengerjakan album secara independen. Ia juga mengaku dibantu banyak pemain musik lainnya, seperti Reno Ferthano (drum), Wawan (cello), Arda Buzzbandit (drum), Bergas (bass), dan Neo (keyboard).

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.