Konser Air Supply di Jakarta Batal Digelar Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup band legendaris asal Australia Air Supply membawakan lagu-lagu andalannya pada konser Air Supply World Tour Asia 2013, di Trans Convention Centre, Bandung, Minggu (5/5). Band yang digawangi Graham Russel dan Russel Hitchcok membawakan belasan lagu pada acara bertajuk

    Grup band legendaris asal Australia Air Supply membawakan lagu-lagu andalannya pada konser Air Supply World Tour Asia 2013, di Trans Convention Centre, Bandung, Minggu (5/5). Band yang digawangi Graham Russel dan Russel Hitchcok membawakan belasan lagu pada acara bertajuk "Journey to The Legend". TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup band Air Supply batal menyambangi Jakarta bulan ini. Konser Air Supply 40th Anniversary Celebration Of Love, yang rencananya digelar hari ini, Sabtu, 3 Desember 2016, di The Kasablanka Hall Mall Kota Kasablanka, terpaksa harus ditunda.

    Menurut pernyataan resmi manajemen Air Supply kepada promotor Full Color Entertainment, konser Air Supply di Jakarta batal digelar karena Russel Hitchcock, salah satu personel, sedang sakit.

    ”Air Supply terpaksa membatalkan tur Asia Tenggara mereka karena perintah dokter yang berkaitan dengan kelelahan fisik Russel Hitchcock. Kami sedang mencoba melakukan penjadwalan ulang secepatnya,” demikian pernyataan resmi manajemen Air Supply.

    Konser Air Supply rencananya ditunda hingga 4 Maret 2017 di The Kasablanka Hall Mall Kota Kasablanka. Bagi Anda yang sudah membeli tiket, promotor memberikan dua pilihan.

    Pilihan pertama, tiket dapat dikembalikan (refund) 100 persen. Jadwal pengembalian tiket dapat dilakukan pada 7–21 Desember 2016 di ticket box pada saat pembelian.

    Sedangkan pilihan kedua, tiket bisa didepositkan untuk jadwal konser Air Supply 40th Anniversary Celebration Of Love yang akan dilaksanakan pada 4 Maret 2017 di The Kasablanka Hall Mall Kota Kasablanka.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.