Jadi Sarjana Hukum, Kristina Menanti Keseriusan Hotman Paris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Kristina diwisuda. Istimewa

    Pedangdut Kristina diwisuda. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lulus kuliah, Kristina diajak bergabung dalam organisasi Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLPI), organisasi yang diketuai Indah Wardhatul Suryadharma Ali, istri mantan Menteri Agama Suryadharma Ali.

    Organisasi yang diresmikan pada 27 Juli 2016 itu didirikan untuk kepentingan perempuan seluruh Indonesia. Di PPLPI, Kristina duduk sebagai wakil ketua bidang hukum.

    “Aku mau bergabung dengan PPLPI karena berkaitan dengan hukum. Aku pengin praktek langsung di lapangan. Dengan berorganisasi, diharapkan wawasanku bertambah. Selain itu, aku bisa bersilaturahmi dan bersosialisasi dengan banyak orang dari berbagai kalangan,” ucap Kristina, yang belakangan sibuk promo single anyar Ibu.

    Baca: Ayu Ting Ting Luncurkan Brand Fashion A2T

    Beberapa waktu lalu, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengajak Kristina bergabung di kantor hukum miliknya. Kristina tidak menolak. Ia kini menanti keseriusan ajakan Hotman.

    Penantian penyanyi dangdut Kristina, 40 tahun, itu berbuah manis. Setelah tujuh tahun menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta, pelantun Jatuh Bangun ini akhirnya resmi menyandang gelar sarjana hukum di belakang namanya.

    Kamis pagi, 24 November 2016, bersama ribuan mahasiswa dari berbagai jurusan, Kristina menjalani prosesi wisuda di Jakarta Convention Center. Kristina tampak bahagia ketika kuncir tali di topi toga yang dikenakannya dipindahkan dari sebelah kiri ke kanan.

    Simak: Begini Cuitan Ahmad Dhani Sebelum Ditangkap Polisi

    Alhamdulillah, sudah lulus. Plong banget rasanya. Aku enggak ada beban lagi. (Kelulusan) ini aku dedikasikan untuk orang tua aku. Beliau ingin melihat aku jadi sarjana,” tutur Kristina, yang tercatat sebagai mahasiswi angkatan 2009.

    Sayangnya, kebahagiaan Kristina hari ini tak bisa disaksikan langsung oleh sang ibunda, Dariyah. Wanita yang mengandung Kristina selama 9 bulan 10 hari itu meninggal pada 9 Juli lalu akibat stroke yang diderita selama dua tahun.

    “Aku ujian bilang Ibu. Selesai ujian, bilang Ibu. Mau bikin skripsi, bilang Ibu. Begitu selesai skripsi belum sempat bilang, karena Ibu sudah keburu pergi. Walau ibuku tidak sempat melihat, tapi insya Allah di sana Ibu bisa melihat aku sudah diwisuda,” kata Kristina.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.