Deva Mahenra Ingin Bermusik di Jalur Indie, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Deva Mahendra ditemui usai pemutaran film Bukan Laki-laki Biasa di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta, Jumat, 25 November 2016. TEMPO/Dini Teja

    Aktor Deva Mahendra ditemui usai pemutaran film Bukan Laki-laki Biasa di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta, Jumat, 25 November 2016. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Deva Mahenra tak hanya menekuni dunia akting. Lawan main Chelsea Islan dalam sitkom Tetangga Masa Gitu ini juga menekuni dunia tarik suara. Nantinya, dia berencana terjun di jalur musik indie jika sudah berfokus pada dunia musik.

    “Saya pikir, kalau saya terjun di dunia musik, lalu buat minialbum atau sekadar single, mungkin akan lebih senang kalau jalurnya indie. Sebab, saya tahu label minta banyak,” ucap Deva saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Jumat, 26 November 2016.

    Menurut Deva, permintaan itu tak bisa dia penuhi. “Kalau jadi aktor, itu kan jadi orang lain. Nah, kalau jadi penyanyi, saya jadi diri saya sendiri. Saya enggak mau diubah sama label,” ujarnya.

    Pemeran tokoh Fadly dalam film Cinta Laki-laki Biasa ini tidak mau konsep lagu atau albumnya nanti diubah menjadi komersial. “Mereka akan minta saya jadi seperti mereka. Saya enggak mau,” tuturnya.

    Soal jenis musik, finalis 40 besar Indonesian Idol 2007 ini memang cukup idealis. “Saya pinginnya kalau nyanyi banyak gitarnya, bukan piano. Jenisnya sendiri mungkin lebih ke akustik atau British Folk,” katanya.

    Pria kelahiran Makassar, 19 April 1990, ini menyadari bahwa label indie tidak sebesar label komersial. Namun ia menganggap hal itu bukan masalah besar. Bagi dia, yang terpenting bisa menekuni musik dengan jujur dan baik. “Toh, teman-teman lain juga udah banyak yang sukses di jalur indie, seperti Tulus dan Barasuara. Mereka keren-keren,” ucapnya.

    Saat ini, ujar Deva, ada keinginan menekuni dunia musik. Tapi ia mengaku belum bisa melakukannya. "Rugi kalau saya bikin lagu dan waktunya terbatas, jadi saya memang kesampingkan dulu. Saat ini masih ada kewajiban yang harus dilakukan," tuturnya.

    DINI TEJA

    Baca juga:
    Mario Teguh Tanggapi Hasil DNA Kiswinar, Ini Reaksinya
    Di dalam Sel, Model Anggita Sari Depresi

     



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.