Boy Band SMAP Belum Tentu Tampil di Kohaku Utagassen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup J-pop SMAP dengan anggota Tsuyoshi Kusanagi (kiri), Goro Inagaki, Takuya Kimura, Shingo Katori, dan Masahiro Nakai bersama artis Taiwan Lin Chi-ling. AP

    Grup J-pop SMAP dengan anggota Tsuyoshi Kusanagi (kiri), Goro Inagaki, Takuya Kimura, Shingo Katori, dan Masahiro Nakai bersama artis Taiwan Lin Chi-ling. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - NHK belum berhasil, setidaknya sementara ini, untuk memastikan kehadiran SMAP di program musik akhir tahun Kohaku Utagassen, yang artinya grup idola paling terkenal dan bertahan lama di Jepang ini mungkin tidak akan tampil di program tersebut sebelum mereka bubar.

    Jaringan penyiaran publik itu mengumumkan daftar pengisi acara untuk "Kohaku Utagassen" (Kontes Menyanyi Merah dan Putih) pada Kamis, 24 November 2016  yang terdiri dari 23 penyanyi dan grup yang masing-masing mewakili tim merah dan putih. Namun, SMAP yang punya basis penggemar besar tidak ada dalam daftar tersebut.

    Setelah agensi bakat Johnny & Associates Inc mengungkapkan pada Agustus silam bahwa SMAP akan bubar pada 31 Desember, Presiden NHK Katsuto Momii mengatakan, "SMAP sangat terkenal. Tentu saja saya ingin mereka tampil di 'Kohaku'." Dia juga mengaku bersedia bernegosiasi langsung dengan perwakilan SMAP demi mewujudkan keinginannya.

    Daftar pengisi acara Kohaku Utagassen terdiri dari 10 individu dan grup yang akan tampil pertama kalinya di acara terkenal yang menampilkan penyanyi paling sukses tahun tersebut, meliputi Kinki Kids, PUFFY, Hikaru Utada dan Shinobu Otake.

    Mengingat tampilnya SMAP dijamin mendongkrak rating, NHK diperkirakan akan terus bernegosiasi dengan Johnny & Associates untuk tampil dalam acara spesial tahunan, kata sumber dari industri musik.

    SMAP yang dibentuk pada 1988 telah berpartisipasi dalam acara "Kohaku" selama 23 kali. Lagu mereka yang paling terkenal adalah “Sekai ni Hitotsu Dake no Hana” (The Only Flower in the World)", demikian Kyodo.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.