Temperatur Tinggi Soundrenaline

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Terik matahari begitu menyengat tubuh. Uap panas dari tanah mengepul ke atas dari kejauhan. Namun, itu sepertinya tak mengganggu ribuan anak muda yang berpanas-panas di tengah lapangan. Mereka berjubel bergantian mendatangi tiga panggung besar yang memiliki kapasitas 80 ribu watt dengan lighting 200 ribu watt. Sesekali di belakang panggung terlihat pesawat terbang yang landing atau take off.Hawa musik keras telah tercium sejak pukul 09.00 WIB di Lapangan Udara TNI Angkatan Udara Medan, Sumatera Utara, Minggu pekan lalu. Lapangan ini persis bersebelahan dengan Bandara Polonia, Medan. Suhu yang panas makin memanas dengan datangnya ribuan pencinta musik keras di kota ini. Mereka ingin menyaksikan konser A Mild Live Soundrenaline 2006 Rock United.Medan adalah salah satu kota tempat berlangsung konser rock itu. Sebelumnya, konser serupa berlangsung di Banjarmasin, Pekanbaru, dan Makassar. Konser ini berlanjut Minggu lalu di Pantai Karnaval, Ancol, dengan menampilkan bintang tamu INXS, yang beberapa waktu lalu asyik mencari vokalis pengganti Michael Hutchence.Pada pukul 10.00 WIB Minggu pekan lalu itu, rocker lokal telah menaikkan suhu pertunjukan dengan lagu sendiri ataupun aransemen ulang lagu yang sudah terkenal. Seperti yang dilakukan kelompok Emosi Bangsa dengan lagu When the Children Cry (White Lion) yang berubah menjadi nu metal. Intronya tetap khas milik White Lion, begitu masuk berubah menjadi galak. Ini menggelikan karena saat itu juga ada Mike Tramp, yang akan tampil pada malam hari.Beberapa grup lokal lain tak kalah menarik, seperti Sunday Morning yang bermain rock 'n' roll riang atau Mahameru yang di akhir acara mendapat predikat band pendatang terbaik. Seusai beduk zuhur, mulailah grup dari Jakarta melakukan unjuk gigi, dari Tiket, Nidji yang sedang naik daun, Naff, Tip-ex, hingga BIP yang menggoyang. Penyanyi Shanty juga tampil, tapi ini malah mengurangi tegangan tinggi anak muda Medan.Satu aksi lumayan ketat ditampilkan The Flair asal Kanada. Grup ini termasuk jajaran indie label di negerinya. Formasinya termasuk unik, dengan vokalis perempuan dan gitaris utama juga perempuan. Toh, gitarisnya tetap bisa tampil shredder. "Kombinasi musik kami antara Guns N Roses dan Ramones," kata Dee Dee, sang vokalis. Rasakan saja bagaimana liarnya.Setelah istirahat azan magrib, permainan makin menarik. Meski malam telah menelan lokasi, suasana panas tetap terasa. Biang panggung, Pas Band, menghajar penonton. Masih seperti penampilan sebelumnya, kemunculan mereka ditandai dengan raungan sirene dari gitar Beng-beng. Penonton langsung berdesakan di depan panggung. Tembang Impresi yang pernah dicekal langsung membuat crowd. "Setelah ini kita akan membuat DVD perjalanan Pas, berisi tembang pilihan yang dianggap fans mewakili kita," kata Beng-beng.Keliaran Pas menurun setelah tampilnya Ungu yang lebih kalem. Lalu disusul Mike Tramp yang disambut dingin publik Medan. /rif pun tampil kurang garang kendati mereka sudah maksimal. Godbless malah mendapat sambutan lumayan. Hujan yang lantas mengguyur toh tak membuat rockmania beringsut. Selanjutnya, Slank, yang menjadi headliner, mengharukan Slanker yang nongkrong sejak siang.Pertunjukan hari itu di Medan menembus rekor 80 ribu penonton, melebihi jumlah penonton di Banjarmasin, Pekanbaru, dan Makassar.ANDI DEWANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.