Museum Musik Dibuka di Malang, 1.000 Orang Sumbang Koleksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok musik angklung Saung Mang Udjo dalam acara Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    Kelompok musik angklung Saung Mang Udjo dalam acara Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum Musik Indonesia (MMI) resmi dibuka pada Sabtu, 19 November 2016. Bertempat di Gedung Kesenian Gajayana, Malang, MMI menjadi museum musik pertama di Indonesia.

    Pendiri MMI, Hengki Herwanto, menuturkan mulanya tak ada niat untuk mendirikan sebuah museum. "Awalnya cuma hobi atau cinta musik. Lalu saya dan beberapa teman di Malang berpikir untuk mengumpulkan koleksi pribadi agar bermanfaat untuk masyarakat," ujar Hengki saat dihubungi, Senin, 21 November 2016.

    Semula museum itu bernama Galeri Malang Bernyanyi (GMI). "Tahun lalu, GMB transformasi menjadi MMI," ujar mantan jurnalis ini.

    Hengki mengatakan saat ini sudah tercatat 1.000 penyumbang koleksi di MMI. Meski demikian, dalam waktu dekat, dia juga ingin melengkapi terus koleksi instrumen musik Nusantara dan melakukan modernisasi atau mengembangkan konsep digital display di museum ini.

    "Jika sudah berkembang, target jangka menengah saya menjadikan museum sebagai salah satu alternatif tujuan wisata di Malang," katanya.

    Tak hanya itu, lulusan Master of Business Administration di LPPM Jakarta ini juga berharap MMI mampu menjadi pusat dokumentasi musik tak hanya di Indonesia tapi juga dunia.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.