Cara Jerinx SID Pompa Semangat Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Drummer Superman is Dead Jerinx saat tampil solo bernyanyi dan bermain gitar akustik di Wantilan Sari Wisata Budaya Barong dan Kris Dance dalam acara Konser Mini Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang diadakan Desa Adat Kepaon dan Pemogan, Denpasar, 23 Oktober 2016. BRAM SETIAWAN

    Drummer Superman is Dead Jerinx saat tampil solo bernyanyi dan bermain gitar akustik di Wantilan Sari Wisata Budaya Barong dan Kris Dance dalam acara Konser Mini Tolak Reklamasi Teluk Benoa yang diadakan Desa Adat Kepaon dan Pemogan, Denpasar, 23 Oktober 2016. BRAM SETIAWAN

    TEMPO.CO, Kuta - Jeman, 28 tahun, turis asal Malaysia tampak antusias menikmati konser mini tolak reklamasi Teluk Benoa yang diadakan Desa Adat Seminyak, Kecamatan Kuta, Bali, Sabtu, 19 November 2016. Ia mengatakan, kedatangannya ke konser mini itu untuk bertemu idolanya drummer Superman Is Dead, Jerinx.

    "Saya lihat dari akun Instagram Jerinx. Saya ke sini juga ingin mengapresiasi perjuangan masyarakat Bali, karena saya penggemar Superman Is Dead dan mendukung perjuangan menolak reklamasi (Teluk Benoa)," katanya saat ditemui Tempo di Banjar Seminyak, Sabtu, 19 November 2016.

    Baca Juga

    Ayu Ting Ting Akhirnya Bongkar Konfliknya dengan Luna Maya
    Sutan Bhatoegana Wafat, Begini Kata-kata Ajaib Almarhum

    Menurut Jeman, sebagai pelancong yang datang ke Bali, keindahan Pulau Dewata itu karena adat dan kebudayaannya. Ia mengaku ini kali pertama dirinya berkunjung ke Bali. "Adat yang turun-temurun dari dahulu, maka disayangkan kalau Bali direklamasi. Saya kira Bali yang seperti ini sudah bagus," ujarnya. "Saya tiba di Bali Jum'at (18 November 2016) nanti sampai Senin (21 November 2016)."

    Adapun Jerinx usai tampil di atas panggung mengatakan dirinya mengapresiasi upaya desa adat di Bali yang menggelar acara kesenian sebagai perlawanan menolak proyek reklamasi Teluk Benoa. "Konser mini bukan hiburan, tapi dinamika perlawanan agar tetap hidup. Pihak-pihak investor reklamasi memang mencari dan sengaja membuat gerakan perlawanan ini jenuh," ujar Jerinx.

    Jerinx mengakui perjuangan menolak reklamasi yang sudah memasuki tahun keempat semakin banyak tantangan. Maka, kata dia, bentuk perlawanan harus semakin berwarna. Belum lama ini, Jerinx bersama dua rekannya Dodix (manajer Superman Is Dead) dan Erick Est (filmmaker) membuat JRX TV. "Formatnya Channel YouTube, baru berjalan sebulan, baru dua episode ditayangkan di kanal YouTube saya pribadi," tuturnya.

    Simak Pula

    Tabungan Rey Utami Tak Sengaja Diintip, Saldonya Mengagetkan
    Luna Maya Unfollow Ayu Ting Ting, Ini Alasan Sesungguhnya

    Jerinx menjelaskan, pertama kali JRX TV tayang mengambil momen konser mini tolak reklamasi yang diadakan oleh Desa Adat Kepaon dan Pemogan, Denpasar, Oktober 2016. "Momen itu kami paham perjuangan naik turun, ada yang mencapai titik jenuh bagaimana isu Bali Tolak Reklamasi (BTR) tetap relevan. Jadi naikkan ingatan lagi bahwa perjuangan ini masih panjang," tuturnya.

    Konser mini tolak reklamasi yang diadakan Desa Adat Seminyak menghadirkan grup musik, Gold Voice, Sepatu Baja, Bangku Kosong, Relung Kaca, Burreng Band, Geeksmile, dan Jerinx yang tampil bermain gitar sambil bernyanyi. Acara itu juga dimeriahkan bondres (lawak Bali), Rarekual.

    BRAM SETIAWAN

    Baca Juga
    Misteri Hujan Hitam Terpecahkan, Ternyata Ini Penyebabnya
    Pria Membakar Diri Masuk ke Bank di Melbourne, 27 Terluka


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.