Begini Cara Mona Ratuliu Ajak Anak Olah Raga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indra Brasco, Barata Rahadian Nezar dan Mona Ratuliu dalam konferensi pers Milo Champ Squad di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 18 November 2016. TEMPO/Dini Teja

    Indra Brasco, Barata Rahadian Nezar dan Mona Ratuliu dalam konferensi pers Milo Champ Squad di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 18 November 2016. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta -Mengajarkan anak untuk aktif berolah raga terkadang gampang-gampang susah. Hal ini juga dialami oleh banyak orang tua termasuk aktris cantik Mona Ratuliu. Wanita kelahiran Jakarta, 31 Januari 1982 ini mengaku harus putar otak agar anaknya mau berolah raga.

    "Masahnya, mereka lebih suka main lego atau games, di kamar yang adem," kata Mona saat ditemui di Carefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat, 18 November 2016.

    Beruntungnya, ia menemukan satu cara yang dapat memotivasi anaknya untuk berlorah raga. "Akhirnya, saya bilang kalau mau mau main video games harus masukkin bola dulu 20 kali," ujarnya.

    Cara tersebut ternyata cukup ampuh ketika diterapkan pada putranya, terutama anak keduanya, Barata Rahadian Nezar atau biasa disapa Raka,7 tahun. "Dia mau jalani itu, ya walaupun kadang masukin bolanya berhasil, kadang juga enggak."

    Cara lain yang ia dan suami lakukan agar anak mau bergerak adalah dengan cara menunggu anak bermain hingga puas. "Raka suka main trampolin. Kalau di sekolah dan minta jemput, biasanya aku tungguin sampai dia selesai main. Atau, saya lamain jemputnya biar dia puas dulu," ujar pembawa acara keluarga di sebuah stasiun televisi ini.

    Sang ayah, Indra Brasco menambahkan, menjemput anak lebih lama memiliki keuntungan tersendiri bagi anak-anaknya. "Anak lebih senang, bisa bersosialisasi dengan temannya juga," katanya. DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.