Pramono Membaca Puisi karena 'Takut' kepada Tempo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Kabinet Pramono Anung membacakan puisi dalam  Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo  dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    Sekretaris Kabinet Pramono Anung membacakan puisi dalam Pesta Rakyat Hari Pahlawan yang digelar Tempo dan BI di Museum Bank Indonesia, Kamis, 10 November 2016. (Tempochannel.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Pramono Anung Wibowo turut hadir dalam acara pembacaan puisi dan fragmen di Pesta Rakyat Hari Pahlawan “Boeng, Ayo Boeng” yang digelar Tempo dan Bank Indonesia di Museum BI di Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

    "Sebetulnya saya datang untuk membaca puisi karena ketakutan saya kepada Tempo," ujar Pramono, disambut gelak tawa. Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat 2009-2014 itu mengaku "takut" karena kini punya peran berbeda.

    Dengan bercanda, dia mengatakan bahwa dulu saat masih menjadi politikus ia menganggap dirinya tak banyak tahu tapi banyak bicara. Ia pun kerap menjadi narasumber untuk media. Namun kini, saat sudah berada di istana, Pramono merasa menjadi orang yang banyak tahu namun tak lagi bisa banyak bicara.

    Dalam kesempatan itu, Pramono membawakan puisi berjudul Daerah Perbatasan karya Soebagyo Sastrowardoyo. Puisi itu ia bacakan dengan lantang.

    Pramono membacakan puisi setelah penampilan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang membacakan puisi Pahlawan Tak Dikenal karya Toto Sudarto Bahtiar.

    AISHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.