"Mekar Pribadi" Selenggarakan Festival Anak Bangsa Ke-8

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) saat membuka Festival Anak Jujur 2016 di Ecovention, Ancol, Jakarta, 31 Agustus 2016. Acara yang digelar selama dua hari oleh KPK ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter antikorupsi yang berintegritas kepada anak sejak dini yang diikuti sebanyak 3.000 anak dari 50 taman kanak-kanak dan 50 sekolah dasar di Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) saat membuka Festival Anak Jujur 2016 di Ecovention, Ancol, Jakarta, 31 Agustus 2016. Acara yang digelar selama dua hari oleh KPK ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter antikorupsi yang berintegritas kepada anak sejak dini yang diikuti sebanyak 3.000 anak dari 50 taman kanak-kanak dan 50 sekolah dasar di Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan "Mekar Pribadi" yang bergerak di bidang pendidikan dan budaya akan menyelenggarakan kegiatan "Festival Anak Bangsa" ke-delapan pada 19-20 November 2016 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta dengan tema "Ayo cintai lingkungan".

    "Kegiatan tahunan ini kami selenggarakan untuk menyambut Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 November. Adapun pemilihan tema terkait lingkungan dimaksudkan agar generasi muda lebih peduli kepada lingkungan," kata Ketua Yayasan Mekar Pibadi Oetari Noor Permadi kepada pers di Jakarta, Rabu, 9 November 2016.

    Menurut Oetari, Festival Anak Bangsa 2016 dilaksanakan dengan kegiatan workshop (lokakarya), seminar, pertunjukan (pentas), dan lomba yang diikuti anak usia TK hingga SMA serta sekolah internasional di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta wakil dari beberapa daerah.

    Ia juga menjelaskan, dunia masa kini semakin tanpa batas, seolah-olah seperti sebuah kampung yang besar, dan pengaruh baik-buruknya juga berlipat ganda, sehingga anak-anak Indonesia perlu dipersiapkan supaya cerdas lintas budaya serta agar mereka bisa memelihara harmoni dunia.

    Di sisi lain, seni mengajarkan keindahan dan semua orang bisa merasakan keindahan meskipun berbeda adat maupun bahasanya. Selain itu, melalui seni, anak-anak belajar untuk percaya diri serta bisa bekerja sama dan saling menghargai berbagai budaya.

    "Dengan demikian pikiran mereka dapat lebih terbuka. Wawasannya juga bisa lebih luas dan lebih cakap ketika berhadapan dengan bangsa-bangsa lain," kata Ketua Yayasan Mekar Pribadi itu sambil menambahkan bahwa kegiatan Festival Anak Bangsa mendapat dukungan dari beberapa kementerian dan lembaga terkait.

    Mantan penyiar TVRI itu juga menyebutkan beberapa kegiatan yang menarik pada Festival Anak Bangsa 2016 seperti seminar investasi film, workshop origami (seni melipat kertas) daur ulang, dan pentas "harmoni dunia" berupa kolaborasi seniman Amerika-Indonesia, yakni Paula Jeanine Bennet dan Kelompok Musik Mahagenta.

    Dalam kaitan dengan Festival Anak Bangsa yang sarat dengan muatan seni dan budaya itu, Oetari mengutip kata-kata bijak yang menyatakan "seni adalah sarana ampuh untuk meningkatkan gairah belajar siswa, bahkan siswa yang dianggap bermasalah akan memiliki prestasi setelah ia merasa dihargai dalam kegiatan seni".

    Ketua Yayasan Mekar Pribadi yang dalam perbincangannya didampingi pelukis ternama Goes Noeg itu juga mengemukakan rencana pihaknya untuk menyelenggarakan "Lomba melukis anak sedunia" yang akan diikuti siswa TK, SD, dan SMP dari mancanegara pada Juni dan Juli 2017.

    Kegiatan lomba melukis bagi anak-anak sedunia itu mendapat dukungan dari Kementerian Luar Negeri dan kementerian terkait serta merupakan bagian penting dari diplomasi budaya guna mengembangkan rasa menghargai budaya bangsa-bangsa di dunia, termasuk budaya Indonesia.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.