Rabu, 21 Februari 2018

"Lipstick Under My Burkha" Raih Penghargaan

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 8 November 2016 23:00 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sutradara film Jepang Takashi Yamazaki (kanan) dan aktor (dari kiri) Eri Fukatsu, Shota Sometani, dan Ai Hashimoto, berpose bersama karakter parasitic Migi (kiri), saat upacara pembukaan Festival Film Internasional Tokyo ke-27, di Tokyo, Jepang, Kamis 23 Oktober 2014. AP/Koji Sasahara

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) ke-29 telah resmi ditutup pada Selasa, 3 November dengan menobatkan film "Lipstick Under My Burkha" karya Alankrita Shrivastava dari India sebagai penerima penghargaan "Spirit of Asia Award" oleh Japan Foundation Asia Center. Penghargaan ini dipersembahkan kepada sutradara-sutradara potensial pada segmen TIFF Asian Future yang dipilih langsung oleh tiga panelis juri atas karya film yang menghapus batasan kebudayaan dan geografis dan memberi kesempatan bagi mereka untuk meraih kesuksesan di pentas dunia. Menerima penghargaan langsung dari President Japan Foundation, Hiroyasu Ando, sutradara muda wanita asal India ini mengungkapkan rasa terima kasih baik kepada TIFF dan produser filmnya, dan mengatakan, "Saya sangat yakin semangat masyarakat Asia adalah semangat perdamaian di seluruh dunia. Dan saya mengajak seluruh kaum wanita di Asia, khususnya, agar dapat bersatu untuk mewujudkan benua Asia dan dunia yang lebih damai dan sejahtera lagi."
    Pemenang kategori "Best Asian Future Film Award" jatuh kepada film "Birdshot" karya Mikhail Red dari Filipina, yang berkomentar: "Saya dedikasikan penghargaan ini kepada semua sineas muda di luar sana yang berjuang untuk terbang tinggi tapi malah dijatuhkan, yang ingin menyuarakan pesan mereka tapi malah dibungkam." Sedangkan, kategori penghargaan yang paling bergengsi di festival ini, "Tokyo Grand Prix", dianugerahkan kepada Chris Kraus dari Jerman untuk filmnya yang berjudul "The Bloom of Yesterday."
    Ini adalah ketiga kalinya Japan Foundation Asia Center dan TIFF berkolaborasi. Pada 2014, mereka bekerjasama meluncurkan inisiatif pertukaran kebudayaan film seputar Asia, yang akan berlangsung hingga 2020, bertepatan pada perhelatan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo. Upaya ini dirancang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat Asia dengan mempromosikan film-film Asia di Jepang dan film-film Jepang ke seluruh Asia, dan memperkenalkan bakat-bakat Asia ke panggung dunia melalui TIFF. Dengan menjadikan festival ini sebagai platform komunikasi industri perfilman Asia, kedua mitra tengah membangun jaringan yang berorientasi masa depan di kawasan ini dan memperkuat pertukaran kebudayaan.

    World Premiere Film Omnibus Asia: "Asian Three-Fold Mirror"
    World premiere "Asian Three-fold Mirror 2016: Reflections," seri perdana dari jajaran film omnibus Asia, telah digelar pada tanggal 26 Oktober pada perhelatan TIFF. Proyek kolaboratif yang masih berjalan ini ditujukan untuk memperdalam interaksi antar negara tetangga di kawasan Asia, serta untuk memperkaya pemahaman kebudayaan dan mengeksplorasi jati diri dan cara hidup masyarakat Asia. Pemeran utama dari tiap bab adalah orang Asia yang tinggal di beberapa negara di Asia yang berbeda, sehingga memungkinkan para sutradara untuk mengekspresikan visi unik mereka, dan melakukan syuting di lokasi pilihan mereka atau di negara-negara Asia lainnya, seperti Jepang, Filipina, Kamboja, dan Malaysia.

    Di event world premiere ini, juga turut hadir tiga sutradara peraih penghargaan, Brillante Ma Mendoza (Filipina), Isao Yukisada (Jepang), dan Sotho Kulikar (Kamboja) untuk memperkenalkan film dan jajaran pemain mereka; aktor ternama asal Filipina Lou Veloso; salah satu aktor paling dihormati asal Jepang Masahiko Tsugawa; aktris asal Malaysia Sharifah Amani; aktor populer asal Jepang Masaya Kato; dan aktris asal Kamboja Chumvan Sodhachivy.

    Japan Foundation Asia Center mempersembahkan CROSSCUT ASIA #03: "Colorful Indonesia"
    Seri CROSSCUT ASIA, yang dipersembahkan oleh Japan Foundation Asia Center, menghadirkan sejumlah film yang berfokus pada berbagai negara, sutradara, aktor atau tema. Melanjutkan edisi pertama dan kedua yang masing-masing mengusung Thailand dan Filipina sebagai fokus utama, edisi ketiga kini berfokus pada Indonesia, negara dengan keberagaman kebudayaan yang luar biasa. CROSSCUT ASIA menayangkan sejumlah karya dari sineas muda Indonesia yang secara gamblang menggambarkan beragam tema yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern, seperti agama, etnis, gender, dan beragam konsep tentang cinta. Event ini memperkenalkan sejumlah film karya sejumlah sutradara muda Indonesia seperti Teddy Soeriaatmadja dengan karyanya "Trilogy about Intimacy", Riri Riza, Nia Dinata, Mouly Surya, Ifa Isfansyah, Edwin, Kamila Andini, dan Angga Dwimas Sasongko.

    Festival Film Internasional Tokyo ke-29 digelar dari tanggal 25 Oktober hingga 3 November 2016.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    NAM Air Tepat Waktu, Maskapai dengan OTP Terbaik di Asia Pasifik

    Kementerian Perhubungan mengumumkan bahwa NAM Air dan empat maskapai lain memiliki OTP rata-rata di atas standar Asosiasi Maskapai Asia Pasifik.