Malam Puncak FFI, Piala Citra dari Emas Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemeran film Rudy Habibie memberikan apresiasi kepada penonton yang menghadiri pemutaran film di Epicentrum XXI Jakarta, 25 Juni 2016. Pemutaran ini dihadiri sejumlah politikus dan pejabat. TEMPO/Nurdiansah

    Sejumlah pemeran film Rudy Habibie memberikan apresiasi kepada penonton yang menghadiri pemutaran film di Epicentrum XXI Jakarta, 25 Juni 2016. Pemutaran ini dihadiri sejumlah politikus dan pejabat. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Tradisi Piala Citra yang sudah lama hilang, kembali diadakan dalam gelaran malam puncak penganugerahan Festival Film Indonesia 2016 malam ini. Tahun ini, FFI kembali menghadiahkan Piala Citra yang terbuat dari emas asli kepada pemenang.

    Piala Citra dilapisi dengan emas 18 karat buatan The Palace National Jeweler. "Tahun ini, piala emas hanya untuk kategori Film Terbaik. Mudah-mudahan, tahun depan bisa untuk semua," kata Ketua Panitia FFI 2016 Lukman Sardi dalam konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Minggu, 6 November 2016.

    Menurut Lukman, pemberian piala dari emas bukan untuk menyombong. "Kami ingin memberi anugerah yang layak dan berharga kepada para pemenang," ujarnya.

    FFI pertama digelar pada 1955 dengan nama Pekan Apresiasi Film Nasional. Pada 1966, Piala Citra mulai diberikan pada pemenang FFI. Piala Citra yang digunakan hingga 2007 dirancang seniman patung Sidharta. Sempat berubah pada 2008. Namun, mulai 2014, desain Piala Citra dikembalikan ke bentuk awalnya dengan sedikit modifikasi oleh Dolorosa Sinaga.

    Malam Penganugerahan FFI berlangsung malam ini di Teater Besar Taman Ismail Marzuki. Nominasi untuk kategori Film Terbaik adalah Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara, Athirah, Rudy Habibie, Salawaku, dan Surat dari Praha.

    MOYANG KASIH


  • FFI
  •  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.