Hubungan Amy Qanita dan Nagita Slavina Tidak Jaim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nagita Slavina dan ibu mertuanya, Amy Qanita berfoto bersama saat menunaikan ibadah umroh. Instagram.com

    Nagita Slavina dan ibu mertuanya, Amy Qanita berfoto bersama saat menunaikan ibadah umroh. Instagram.com

    TEMPO.COJakarta - Amy Qanita mengaku sehari-hari ia sulit bertemu dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (Gigi). Maklum, dari pagi sampai malam, Raffi sibuk memandu banyak program acara televisi. Belum lagi ia harus mengurus kerajaan bisnisnya. Sedangkan Gigi sibuk mengurus Rafathar—anak Raffi-Gigi—dan sesekali mengecek bisnis yang ia bangun bersama suaminya.

    Meski jarang bertemu, Amy rutin menjalin komunikasi dengan mereka. 

    “Saya dan Gigi tidak ‘jaim’ bila bertemu. Hubungan saya dengan Gigi enak banget. Meski dia menantu saya, kami bisa saling bertukar pikiran dan membicarakan banyak hal,” ucap perempuan asal Bandung ini.

    Sedangkan cucunya, Rafathar, sering muncul dalam acara Rumah Mama Amy.  “Kalau Rafathar tidak sakit dan tidak rewel biasanya Gigi selalu mengajak ke sini,” katanya.

    Cucu, bagi Amy, adalah sebuah anugerah yang tak ternilai. Dia bahkan merasa cucunya lebih “berharga” ketimbang anak kandung sendiri. 

    “Saya bisa saja bersikap galak kepada anak, tapi tidak bisa bersikap demikian terhadap cucu. Rasa sayang saya kepada cucu sangat berlimpah,” ujar Amy, yang sering memberikan hadiah kepada Rafathar.  

    Agar tumbuh menjadi anak yang baik, Amy selalu mengingatkan putra dan menantunya senantiasa memperhatikan Rafathar. Sesibuk apa pun, Raffi dan Gigi harus memiliki waktu untuk Rafatar.

    "Raffi dan Gigi harus perhatian kepada Rafathar. Kalau Rafathar melakukan kesalahan, harus dibicarakan baik-baik, tidak boleh dimarahi atau dibentak. Intinya, komunikasi yang baik nomor satu,” ucap Amy.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.